Bupati Imron di Harlah 100 Tahun NU: Negara Maju Itu Harus Diciptakan

Bupati-Cirebon-Imron
Bupati Cirebon Drs. H. Imron MAg memberikan orasi publik mengenai Indonesia Emas 2045 di Harlah 100 Tahun NU. Foto: PCNU Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM – Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, melontarkan tantangan keras bagi seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam peringatan Harlah ke-100 Masehi PCNU Kabupaten Cirebon, Rabu (11/02/2026).

Ia menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045 tidak akan tercapai tanpa desain strategis yang dimulai dari sekarang.

​”Indonesia menjadi negara maju itu tidak bisa hanya sekadar keinginan atau perencanaan di atas kertas. Negara maju itu harus diciptakan, harus diprogramkan,” tegas Bupati Imron saat memberikan orasi di hadapan ratusan Nahdliyin di Aula PCNU Cirebon.

Baca Juga:Abad Kedua NU: Kiai Aziz Hakim Serukan ‘Jihad Baru’ Lawan Sampah dan Krisis Moral di CirebonPCNU Cirebon Lahirkan 2 Program Unggulan: Kalender Abadi dan Sertifikasi Wakaf Gratis

​Menantang NU Susun ‘Blueprint’ 20 Tahun ke Depan

​Bupati Imron meminta NU tidak terjebak dalam euforia seremonial satu abad Masehi. Di ambang abad kedua ini, ia meminta jajaran lembaga, badan otonom (Banom), hingga Lajnah NU untuk segera menyusun panduan strategis jangka panjang.

​Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa memerlukan intervensi kolektif dari organisasi massa terbesar seperti NU.

Ia menantang PCNU Kabupaten Cirebon untuk memiliki blueprint pengabdian yang konkret guna mengurai persoalan masyarakat yang kian kompleks.

​Sorotan Tajam: Penyakit Sosial dan ‘Jihad’ Ekologi

​Selain visi global, Bupati Imron juga membedah problem domestik yang mendesak.

Ia secara eksplisit menyoroti fenomena degradasi moral yang viral belakangan ini, yang menurutnya mirip dengan sejarah kelam masa lalu yang muncul kembali dalam bentuk modern.

​”Masalah perjudian, prostitusi, hingga perilaku menyimpang adalah tantangan nyata. NU, Muslimat, dan Fatayat harus hadir sebagai benteng di tingkat keluarga untuk mengurai penyakit masyarakat ini,” ungkapnya.

​Tak berhenti di situ, Imron juga menginstruksikan kader NU untuk turun ke desa-desa melakukan aksi nyata penanganan sampah.

Baca Juga:Tantangan Jauh Lebih Kompleks, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon Tegaskan Dai Saat Ini Harus AdaptifKH Aziz Hakim: Santri Wajib Jaga Akhlak dan Mandiri, Pesantren Fondasi Karakter Bangsa

Ia mengapresiasi beberapa desa binaan NU yang telah sukses menjadi lingkungan asri dan menuntut pola tersebut direplikasi secara masif sebagai bagian dari “Jihad Ekologi”.

​Sinergi Ulama-Umara: Warisan Bung Karno dan Mbah Hasyim

​Dalam perspektif sejarah, Bupati Imron mengingatkan bahwa moderasi beragama di Indonesia adalah hasil dialog intensif antara pemimpin nasional dan ulama.

Ia mengisahkan kedekatan Presiden Soekarno dengan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari dalam merumuskan Pancasila.

0 Komentar