Meski bicara modernitas, acara ini tetap berpijak pada orisinalitas spiritualitas pesantren. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani Amin, memimpin pembacaan Istighotsah menggunakan teks asli yang diijazahkan pendiri NU, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.
”Kami sengaja membacakan teks istighasah orisinal ini untuk menyambungkan sanad batin kader masa kini dengan para Muasis (pendiri). Ini adalah energi spiritual untuk memasuki abad kedua yang lebih menantang,” jelas Kyai Wawan.
Kemandirian Ekonomi: NU Mineral Award
Bukan sekadar seremonial, acara ini juga memamerkan kemandirian ekonomi melalui pengumuman NU Mineral Award.
Baca Juga:PCNU Cirebon Lahirkan 2 Program Unggulan: Kalender Abadi dan Sertifikasi Wakaf GratisTantangan Jauh Lebih Kompleks, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon Tegaskan Dai Saat Ini Harus Adaptif
Beberapa Majelis Wakil Cabang (MWC) seperti Ciwaringin, Sumber dan Dukupuntang berhasil mencatatkan profit sharing yang signifikan dari pengelolaan bisnis air mineral milik organisasi.
Puncak peringatan ditutup dengan pemotongan 100 tumpeng secara simbolis. Melambangkan 100 tahun perjalanan cahaya NU di bumi nusantara yang kini siap bertransformasi menjadi kekuatan peradaban mulia di masa depan.(*)
