CIREBONINSIDER.COM– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan yang tidak biasa dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Di hadapan hampir seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama untuk menghadapi dinamika geopolitik global yang kian memanas.
Dalam arahannya, Presiden mendorong para kepala daerah untuk tidak hanya menjadi administrator, tetapi juga pemimpin strategis yang memahami peta kekuatan dunia.
Baca Juga:Gebrakan Prabowo di Bundaran HI: Bangun Wisma Umat 40 Lantai, Incar Potensi Dana Rp500 TPoros Danantara-Australia, Strategi Taktis Prabowo-Albanese Amankan Mineral Kritis dan Pangan
“Pemimpin daerah harus memahami konteks global dan nasional agar kebijakan yang diambil relevan dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Presiden Prabowo.
Gebrakan 8 Instruksi Strategis: Fokus pada Perut dan Kedaulatan
Tak hanya memberikan motivasi, Presiden secara spesifik merilis delapan instruksi “sakti” yang harus segera dieksekusi oleh pemerintah daerah demi mencapai target ambisius nasional.
1. Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Daerah wajib menyelaraskan kebijakan investasi mereka dengan target nasional. Tidak boleh ada hambatan birokrasi yang memperlambat arus modal.
2. Kedaulatan Pangan Harga Mati
Optimalisasi lahan produktif di setiap wilayah dan pengawasan ketat terhadap distribusi logistik agar tidak terjadi lonjakan harga.
3. Kedaulatan Energi Berbasis Lokal
Pemanfaatan potensi energi terbarukan di daerah masing-masing sebagai langkah konkret kemandirian energi nasional.
4. Hilirisasi di Daerah, Bukan Hanya Pusat
Presiden menginstruksikan percepatan hilirisasi komoditas unggulan daerah agar nilai tambah ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
5. Perang Terbuka Terhadap Korupsi
Penguatan pengawasan APBD secara ketat. Presiden mengingatkan tidak boleh ada lagi “kebocoran” anggaran yang hanya menguntungkan segelintir pihak.
6. Efisiensi Birokrasi Radikal
Baca Juga:Sinyal Swasembada: Produksi Padi 2026 Diprediksi Melejit, HKTI Sebut Visi Prabowo On The TrackSinergi tanpa Sekat, Prabowo Percayakan Juda Agung Perkuat Benteng Fiskal-Moneter
Penyederhanaan perizinan investasi di tingkat daerah untuk menciptakan iklim usaha yang kompetitif secara global.
7. Hapus ‘Ego Sektoral’
Instruksi tegas untuk menghapus sekat-sekat antarinstansi. Sinergi pusat dan daerah harus berjalan dalam satu komando yang harmonis.
8. Standarisasi Layanan Kesehatan & Pendidikan
Peningkatan kualitas pelayanan dasar sebagai fondasi utama meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok Indonesia.
Menutup Celah Kebocoran Anggaran
Satu poin yang menjadi sorotan tajam adalah instruksi terkait antikorupsi. Presiden menekankan bahwa efisiensi bukan sekadar memotong biaya, melainkan memastikan setiap rupiah di APBD tepat sasaran.
