CIREBONINSIDER.COM – Laut bukan sekadar ladang rezeki bagi masyarakat Indramayu, melainkan medan taruhan nyawa dengan risiko yang tak terduga.
Memahami hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin (Lucky-Sae) mempertegas komitmennya menjaga keselamatan para pahlawan protein bangsa.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah tahun 2026, Pemkab Indramayu justru mengambil langkah berani.
Baca Juga:Resmi! Iuran BPJS Ketenagakerjaan Ojol dan Kurir Dipangkas 50%, Bayar Rp8 Ribuan Bisa TerlindungiLewat DBH CHT, Pemkab Cirebon Tanggung BPJS Ketenagakerjaan 2.358 Nelayan
Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla), pemerintah memastikan 1.000 nelayan kecil terlindungi sepenuhnya melalui premi BPJS Ketenagakerjaan yang dibayarkan langsung oleh negara.
Jaring Pengaman di Tengah Gelombang
Kepala Diskanla Indramayu, Edi Umaedi, menegaskan bahwa perlindungan ini bukan sekadar bantuan formalitas, melainkan instrumen strategis untuk menjamin hak sosial pekerja sektor perikanan.
“Nelayan harus bisa melaut dengan tenang. Dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, mereka memiliki jaminan atas risiko kecelakaan kerja maupun kematian. Ini adalah cara kita menjaga produktivitas mereka sekaligus melindungi masa depan keluarganya,” ujar Edi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (6/2/2026).
Langkah konkret ini telah mendarat di lapangan. Pada Selasa (3/2) lalu, tim Diskanla turun langsung ke Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, untuk melakukan sosialisasi dan validasi data.
Langkah jemput bola ini dilakukan agar bantuan premi asuransi ini benar-benar jatuh ke tangan nelayan kecil yang paling membutuhkan.
Skema Perlindungan yang Menjadi Prioritas
Dalam program ini, para nelayan mendapatkan dua manfaat perlindungan utama yang krusial bagi keberlangsungan ekonomi rumah tangga mereka:
– Pertama, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Fasilitas ini memberikan perlindungan medis tanpa batas biaya bagi nelayan yang mengalami musibah saat melaut maupun dalam aktivitas kerja terkait lainnya.
Baca Juga:SK Mensos, Jutaan Warga Miskin Terancam Kehilangan Nyawa Akibat ‘Cleansing’ Data PBI BPJSSinergi 'Loreng' di Garis Pantai: KKP-TNI Siapkan 150 Batalion Kawal 1.100 Kampung Nelayan
– Kedua, Jaminan Kematian (JKM). Program ini memberikan santunan tunai kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia.
Tujuannya jelas: memastikan anak-istri yang ditinggalkan tidak jatuh ke jurang kemiskinan mendadak dan tetap memiliki modal untuk melanjutkan hidup.
Komitmen ‘Lucky-Sae’ untuk Sektor Perikanan
Sinergi antara Lucky Hakim dan Syaefudin dalam program ini dipandang sebagai upaya membangun sektor perikanan yang tangguh.
Fokusnya bukan lagi sekadar mengejar angka produksi ikan, melainkan memuliakan manusianya melalui rasa aman.
