Gibran di Tegal, Instruksi Sertifikat 1 Hari Jadi dan Larangan Balik ke Rumah Zona Merah

Wapres-Gibran-Rakabuming
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau lokasi tanah bergerak di Desa Padasari Tegal didampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Foto: Setneg RI

​CIREBONINSIDER.COM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming memberikan respons cepat saat meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jumat (06/02/2026).

Selain menjamin keselamatan, Wapres membawa solusi birokrasi bagi warga terdampak.

​Keamanan Jiwa di Atas Segalanya

​Turun langsung menggunakan sepeda motor untuk menembus medan yang ekstrem, Wapres Gibran menyaksikan sendiri kondisi aspal yang terbelah dan struktur tanah yang masih labil.

Gibran mengeluarkan larangan tegas bagi 2.426 pengungsi untuk tidak kembali ke rumah mereka di area rawan.

Baca Juga:Gibran di INACRAFT 2026: Strategi UMKM Naik Kelas Bukan Sekadar Jargon tapi Standar GlobalGibran di KTT G20: Indonesia Desak Penghapusan Utang Negara Miskin dan Reformasi Keuangan Global

​”Tadi saya naik motor melihat langsung lokasi. Aspal sudah terbuka dan tanah masih bergerak. Ini sangat berbahaya, rumah bisa roboh kapan saja. Saya minta Bapak dan Ibu jangan paksakan kembali ke sana,” tegas Gibran di hadapan para pengungsi di Posko Majelis Az Zikir Wa Rotibain.

​Birokrasi Kilat: Dokumen Hilang Selesai 1 Hari

​Memahami kekhawatiran warga soal aset, Wapres memberikan jaminan bahwa seluruh dokumen penting yang hilang atau rusak akibat bencana akan diprioritaskan.

– ​Jenis Dokumen: Sertifikat tanah, Akta Kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK).

– ​Target Waktu: Selesai dalam satu hari kerja.

– ​Komitmen: “Bapak/Ibu tidak perlu risau, langsung diurus, satu hari jadi,” ujar Wapres menenangkan warga.

​Update Dampak Bencana dan Rencana Relokasi

​Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, melaporkan data aktual kerusakan yang cukup masif di wilayahnya:

– ​Total Terdampak: 464 rumah (250 di antaranya rusak berat).

– ​Titik Pengungsian: 4 posko utama menampung ribuan jiwa.

– ​Solusi Permanen: Relokasi ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil dan aman dari ancaman pergerakan tanah.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan bahwa proses relokasi ini sepenuhnya ditanggung pemerintah. “Panjenengan sudah disiapkan rumah gratis, tidak usah bayar,” tegas Luthfi.

​Fokus Kelompok Rentan dan Trauma Healing

​Di sela peninjauan, Wapres secara khusus menginstruksikan tim medis untuk berjaga 24 jam. Terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang difabel, dan anak-anak.

Baca Juga:APIK Indramayu Bangun Budaya Keselamatan lewat Manajemen Risiko BencanaNegara 'Gaji' Petani Korban Bencana: Strategi Mentan Amran Pulihkan 98 Ribu Hektare Sawah di Sumatera

​Momen haru terjadi saat Gibran berdialog dengan Ahmad Ubaidillah (11), siswa kelas V SD yang harus mengungsi karena rumahnya miring.

0 Komentar