Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11%: Menko Airlangga Ungkap Resep 'Resiliensi' di Forum ABAC 2026

Menko-Perkonomian-Airlangga-Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan di APEC Business Advisory Council ABAC Meeting I 2026 Jakarta. Foto: Humas Kemenko ekonomi RI

CIREBONINSIDER.COM – Di tengah volatilitas ekonomi global, Indonesia kembali membuktikan taringnya sebagai pemimpin pertumbuhan di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam pembukaan APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari disiplin kebijakan yang presisi.

​Capaian Lampaui Target: Data Berbicara

​Menko Airlangga memaparkan performa impresif Indonesia sepanjang tahun 2025 yang melampaui ekspektasi banyak analis.

Baca Juga:Target Ekonomi 8% atau Tertinggal! Presiden Prabowo Beri 8 Instruksi 'Sakti' di Rakornas 2026Ketua DPRD Cirebon Siap Kawal Instruksi Presiden: Ekonomi 8% dan APBD Anti-Bocor!

Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh stabil di angka 5,11% sepanjang tahun, dengan lonjakan signifikan pada kuartal IV-2025 yang menyentuh 5,39% (yoy).

​Angka ini memosisikan Indonesia dalam jajaran ekonomi dengan performa terbaik di antara negara-negara anggota APEC.

“Indonesia tetap resilien karena kebijakan yang kuat dan kredibel yang dijalankan secara konsisten untuk memastikan pertumbuhan inklusif,” ujar Airlangga di hadapan delegasi internasional, Sabtu (7/02).

​Dampak Nyata: Kemiskinan dan Pengangguran Turun

​Transformasi ekonomi yang diusung pemerintah tidak hanya berhenti pada angka makro.

Airlangga menekankan bahwa reformasi struktural telah memberikan efek domino yang sehat bagi kesejahteraan masyarakat:

– ​Angka Kemiskinan: Menurun tajam ke posisi 8,5%.

– ​Tingkat Pengangguran: Berhasil ditekan hingga 4,9%.

– ​Kualitas Hidup: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat seiring dengan membaiknya rasio ketimpangan (Gini Ratio).

​Cetak Biru APEC 2026–2030: Digitalisasi dan Inovasi

​Menghadapi tantangan dekade baru, Indonesia mendorong Agenda Reformasi Struktural APEC 2026–2030. Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem bisnis yang adil melalui percepatan inovasi dan digitalisasi, terutama bagi pelaku ekonomi akar rumput.

Baca Juga:Ditjen Pesantren Segera Terbentuk, Dorong Pemberdayaan EkonomiManuver "Shock Therapy" Fiskal: Rahasia Menkeu Purbaya Balikkan Badai Ekonomi di Awal 2026

​”Sinergi antara Pemerintah dan pemimpin dunia usaha adalah satu-satunya cara menavigasi kompleksitas tantangan saat ini. Kita harus mengubah ide menjadi cetak biru yang dapat ditindaklanjuti,” pungkas Airlangga.

​Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci seperti Chair ABAC Li Fanrong, Chair APEC SOM Chen Xu, serta Chairman ABAC Indonesia Anindya Novyan Bakrie.(*)

0 Komentar