Cirebon Dikepung 234 Bencana Sepanjang 2025: Tren Turun tapi Alarm 'Hidrometeorologi' Masih Menyala!

BPBD-Kabupaten-Cirebon
Petugas BPBD Kabupaten Cirebon sedang melakukan koordinasi pemantauan cuaca ekstrem dan risiko banjir hidrometeorologi di wilayah Cirebon. Foto: Humas Pemkab Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon merilis laporan evaluasi tahunan yang menunjukkan dinamika alam di wilayah ini.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 234 kejadian bencana melanda berbagai titik di Kabupaten Cirebon.

​Meski secara statistik mengalami penurunan dibanding tahun 2024 yang mencapai 243 kejadian, BPBD menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh lengah.

Baca Juga:Banjir Kepung 8 Kecamatan di Cirebon, Wabup Jigus Ungkap Temuan Mengejutkan di SungaiCirebon Darurat Banjir: 24 Desa Terendam, Jalur Utama Lumpuh, hingga Gudang Surya Toserba Jebol

Fenomena hidrometeorologi—seperti banjir bandang, cuaca ekstrem, dan angin kencang—masih mendominasi potret bencana di wilayah ini.

​Waspada ‘Paket Lengkap’ Cuaca Ekstrem

​Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, mengungkapkan bahwa memasuki awal tahun 2026, intensitas hujan lebat dan angin kencang masih menjadi ancaman nyata yang mengintai pemukiman warga.

​”Kami mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Hujan lebat, tanah longsor, hingga potensi gelombang tinggi di pesisir masih berstatus siaga di beberapa wilayah,” ujar Ikin dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

​Peta Risiko: Mana Saja Wilayah yang Rawan?

​Berdasarkan data evaluasi, BPBD mengategorikan tiga zona merah yang wajib dipantau secara mandiri oleh warga saat cuaca buruk melanda:

1. ​Zona Bantaran Sungai: Risiko banjir luapan akibat pendangkalan dan intensitas hujan hulu.

2. ​Zona Lereng Perbukitan: Ancaman tanah longsor terutama saat hujan berdurasi lebih dari dua jam.

3. ​Zona Pesisir: Bahaya gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat merusak infrastruktur pantai.

Baca Juga:Pemkab Cirebon dan Kuningan Kerja Sama Penanggulangan Bencana Banjir dan LongsorTanggul Sungai Jebol Picu Banjir Masif di Cirebon, 9 Desa Terendam, 6.300 Lebih Jiwa Terdampak

​Langkah Mitigasi: Jangan Tunggu Air Masuk Rumah!

​Sebagai bentuk proteksi dini, BPBD mendorong masyarakat melakukan langkah konkret berikut:

– ​Pantau Radar BMKG: Jangan mengandalkan prediksi lisan, cek informasi resmi secara berkala.

– ​Aksi Bersih Drainase: Pastikan saluran air di lingkungan rumah tidak tersumbat sampah.

– ​Amankan Aset: Pindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi jika tanda-tanda banjir mulai terlihat.

​Layanan Darurat 24 Jam

​Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan personel BPBD dalam posisi standby untuk merespons laporan warga.

Jika terjadi kondisi darurat di lingkungan Anda, segera akses kanal komunikasi berikut: ​Call Center: 112 (Siaga Bencana), atau​WhatsApp Center: 0877-8729-9991

​”Keselamatan adalah prioritas utama. Kerja sama antara instansi dan kesiapsiagaan warga adalah kunci meminimalkan dampak materi maupun korban jiwa,” pungkas Ikin.(*)

0 Komentar