Taktik Baru Wali Kota Effendi Edo, Cirebon Incar Skema 'Creative Financing' demi Akselerasi Jalan Mulus

Sosialisasi-Inpres-Jalan-Daerah-Kemen-PU
Suasana sosialisasi Inpres Jalan Daerah 11/2025 di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum Jakarta. Foto: Humas Pemkot Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM – Mengandalkan APBD saja tidak lagi cukup untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur. Menyadari hal tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mulai melirik strategi “jalur cepat” melalui skema pembiayaan kreatif guna memastikan akses jalan di Kota Udang tetap prima.

​Langkah strategis ini mencuat dalam agenda Sosialisasi Penanganan Jalan Daerah yang digelar di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Pertemuan ini menjadi krusial karena membedah implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 sebagai solusi konkret pembangunan jalan di daerah.

Baca Juga:Jabar Usul Alih Kewenangan Jalan Nasional: Pasteur ke Pemprov, Soetta ke PemkotTembus 417 Km: Pemkab Cirebon Rampungkan Perbaikan Jalan, Konektivitas Antarwilayah Jadi Prioritas

​Inpres 11/2025: Solusi di Tengah Keterbatasan Dana

​Fokus utama kegiatan ini adalah mengenalkan skema Creative Financing sebagai alternatif pendanaan.

Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, pembangunan konektivitas daerah diharapkan tidak lagi terhambat oleh keterbatasan anggaran konvensional.

​Plt Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII, Andre Permana, menegaskan bahwa skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) adalah instrumen kunci.

PT PII hadir untuk memberikan jaminan sekaligus pendampingan agar proyek infrastruktur daerah lebih menarik bagi investor.

​”Sebagai SMV Kementerian Keuangan, PT PII siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah guna menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata dan memperkuat konektivitas ekonomi yang inklusif,” jelas Andre Permana.

​Prioritas Jalur Logistik dan Pangan

​Kementerian PU menekankan bahwa infrastruktur yang dibangun harus berdampak langsung pada sektor produktif.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga, Haeruddin C. Maddi, menggarisbawahi bahwa Inpres 11/2025 mendorong daerah untuk lebih kompetitif dalam mengusulkan proyek.

Baca Juga:Jabar Ambil Alih Perbaikan Jalan, Gubernur Dedi Mulyadi Paksa Dana Desa Fokus Tuntaskan StuntingCirebon Pangkas Belanja Rutin APBD 2025: Fokus 96% Serapan untuk Infrastruktur Jalan

​”Kami mengimbau Pemerintah Daerah untuk memprioritaskan usulan ruas jalan yang menghubungkan sentra pangan dengan pusat distribusi,” ujar Haeruddin.

Hal ini sejalan dengan visi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui distribusi yang lancar.

​Komitmen Wali Kota: Cirebon Harus Inovatif

​Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyambut antusias peluang ini. Baginya, skema pembiayaan kreatif adalah “angin segar” untuk mengatasi tantangan infrastruktur yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga Cirebon.

​Effendi menegaskan akan segera mengimplementasikan inovasi pembiayaan ini ke dalam kebijakan pembangunan daerah. Ia optimis kemitraan strategis ini akan mendongkrak daya saing kota di masa depan.

0 Komentar