Jadi Wajah Jabar, Infrastruktur Pasaleman Cirebon Ditarget Sabet 70% Pagu Anggaran 2027

Pra-Musrenbang-2027-Padaleman
Suasana Pra-Musrenbang 2027 Kecamatan Pasaleman Cirebon yang dihadiri Anggota DPRD dan Camat untuk membahas prioritas infrastruktur perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Foto DPRD Kabupaten Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Kecamatan Pasaleman kini resmi diproyeksikan sebagai “etalase” pembangunan Kabupaten Cirebon.

Mengingat posisinya yang strategis di perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah (Brebes), DPRD Kabupaten Cirebon mendesak agar pembangunan infrastruktur di wilayah ini menjadi prioritas mutlak pada perencanaan tahun 2027.

​Dalam agenda Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) 2027 yang digelar Kamis (22/1/2026), muncul komitmen kuat untuk mengalokasikan 70 persen Pagu Indikator Kewilayahan (PIK) khusus untuk sektor fisik.

Baca Juga:Ganti Sawit Jadi Gedong Gincu, Bupati Imron Pastikan Lahan 6,5 Hektare di Pasaleman DialihkanJabar Usul Alih Kewenangan Jalan Nasional: Pasteur ke Pemprov, Soetta ke Pemkot

​Pasaleman Sebagai ‘Cermin’ Pembangunan Jawa Barat

​Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irawany Indriyanti, menegaskan bahwa Pasaleman bukan sekadar wilayah pinggiran.

Statusnya sebagai pintu masuk antarprovinsi membuat kualitas infrastruktur di sana menjadi standar penilaian bagi wajah Kabupaten Cirebon secara keseluruhan.

​”Kecamatan Pasaleman adalah cermin pembangunan Kabupaten Cirebon sekaligus Jawa Barat. Penguatan infrastruktur dasar seperti jalan harus direalisasikan secara optimal karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat lintas wilayah,” ujar Diah.

​Senada dengan itu, Dara Darmanto, Anggota DPRD lainnya, menambahkan bahwa angka 70 persen untuk infrastruktur adalah mandat yang harus dikawal.

Hal ini sesuai dengan kebijakan alokasi PIK yang memprioritaskan perbaikan jalan, jembatan, hingga drainase.

​”Optimalisasi PIK harus matang dan akuntabel. Sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan legislatif adalah kunci agar aspirasi warga benar-benar terakomodasi di rencana kerja daerah,” tegas Dara.

​Strategi di Tengah Efisiensi Anggaran

​Meskipun infrastruktur menjadi “menu utama”, Camat Pasaleman, Agustiana, mengungkap tantangan besar yang membayangi, yakni kebijakan efisiensi anggaran yang berpotensi memangkas nilai PIK di tingkat kecamatan.

Baca Juga:Tembus 417 Km: Pemkab Cirebon Rampungkan Perbaikan Jalan, Konektivitas Antarwilayah Jadi PrioritasJabar Ambil Alih Perbaikan Jalan, Gubernur Dedi Mulyadi Paksa Dana Desa Fokus Tuntaskan Stunting

​Untuk menyiasati hal tersebut, pihak kecamatan menerapkan strategi dua jalur yang berimbang:

– ​Fokus Fisik: Memastikan sisa anggaran tetap menyasar fasilitas publik yang krusial bagi distribusi ekonomi.

– ​Mandatori Sosial: Tetap menjalankan program karakter seperti Kecamatan Bershalawat, Turnamen Sepak Bola U-12, dan persiapan MTQ tingkat Kabupaten untuk menjaga kualitas sumber daya manusia.

​”Kami menyadari adanya efisiensi. Namun, kami berharap kemajuan di Pasaleman tetap dipacu melalui sumber anggaran lain, termasuk Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dari anggota DPRD,” harap Agustiana menutup forum tersebut.(*)

0 Komentar