Ironi Desa: Tunjangan Macet Akibat Birokrasi, Perangkat Desa 'Resign' Jadi Pekerja MBG

Komisi-V-DPR-RI-Bahas-Tunjangan-Perangkat-Desa
Rapat Kerja Komisi V DPR RI membahas penundaan tunjangan perangkat desa dan evaluasi Dana Desa 2026 bersama Kemendes PDT. Foto: DPR RI

​”Ada tren mereka pindah menjadi pekerja program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hitungannya lebih konkret dan berpenghasilan pasti dibanding menunggu insentif desa yang tidak jelas kapan cairnya,” tuturnya.

​Mendesak Kembalinya Kedaulatan Desa

​DPR juga mengkritisi hilangnya roh Undang-Undang Desa, yakni asas subsidiaritas dan rekognisi.

Banyak program saat ini dianggap terlalu top-down, seperti program Koperasi Merah Putih yang dinilai mematikan inisiatif lokal dan peran Musyawarah Desa (Musdes).

​Kesimpulan dan Rekomendasi

Komisi V DPR mendesak pemerintah untuk segera:

Baca Juga:Tok! Permendes 16/2026 Terbit: Ini 8 Fokus Baru Dana Desa dan Larangan Keras bagi Kades!Pemerintah 'Berutang' Dana Desa 2025, Dijamin Cair Penuh 2026 tanpa Ganggu Alokasi Baru

– ​Mempercepat Pencairan: Segera bayarkan tunjangan perangkat desa tanpa syarat administrasi yang berbelit.

– ​Sinkronisasi Aturan: Memastikan PMK dan regulasi turunan terbit tepat waktu agar tidak terjadi kekosongan anggaran di awal tahun.

– ​Kepastian Status: Memberikan jaminan kesejahteraan yang setara agar perangkat desa tetap fokus melayani masyarakat tanpa harus mencari sampingan.(*)

0 Komentar