CIREBONINSIDER.COM – Wajah pesisir Indonesia bersiap mengalami transformasi besar. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memperkuat aliansi strategis dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengamankan sekaligus mengakselerasi program prioritas nasional tahun 2026.
Bukan sekadar formalitas pengamanan, kolaborasi ini merupakan langkah progresif. Untuk memastikan Ekonomi Biru bukan hanya menjadi narasi di atas kertas, 1 aksi nyata yang terlindungi dari hulu hingga hilir.
Ekologi sebagai Panglima, TNI sebagai Perisai
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa keterlibatan TNI adalah kunci untuk mengeksekusi program di medan yang menantang.
Baca Juga:Perkuat Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis, 35 Kampung Nelayan Merah Putih Tuntas JanuariTarget 1.000 Kampung Nelayan: Strategi Prabowo Ciptakan Lapangan Kerja dan Kedaulatan Protein
Dalam kesepakatan yang ditandatangani di Cilangkap, Rabu (4/2/2026), Trenggono menekankan pentingnya dukungan logistik dan pengamanan sektor produksi pangan laut.
”Ekonomi Biru yang kami dorong menempatkan ekologi sebagai panglima. Diperlukan kemampuan logistik dan pendampingan lapangan TNI agar program KKP lebih cepat, tepat sasaran, dan dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir,” ujar Menteri Trenggono.
Mandat 2026: Dari Swasembada Garam hingga Revitalisasi Pantura
Tahun ini, KKP mengemban mandat besar dari Presiden yang mencakup sejumlah proyek strategis:
– 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih: Modernisasi pemukiman dan peningkatan etos kerja nelayan di seluruh pelosok.
– Revitalisasi Tambak Pantura Jawa: Mengembalikan kejayaan budidaya udang dan ikan di kawasan utara.
– Swasembada Garam dan Modernisasi Kapal: Memutus rantai ketergantungan impor dan memperkuat armada perikanan nasional.
– Budidaya Tematik: Pengembangan potensi komoditas spesifik yang tersebar di 500 kabupaten/kota.
Baca Juga:Akhiri Derita Rob Puluhan Tahun, KDM dan Lucky Hakim Sulap Eretan Jadi Kampung Nelayan ModernRamadhan dan Lebaran 1447 H Tenang, KKP Amankan 3,57 Juta Ton Ikan untuk Pasokan Protein Nasional
Strategi 150 Batalion: Benteng Kedaulatan Pangan
Merespons visi tersebut, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan kesiapan penuh. Tak tanggung-tanggung, TNI berencana mengerahkan 150 batalion tambahan tahun ini yang akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis sesuai arahan Presiden.
”Organisasi kami tersebar di seluruh wilayah yang bersinggungan langsung dengan laut. Satuan TNI di pesisir, termasuk Pantai Selatan, sudah mulai diarahkan untuk mendukung kegiatan produktif yang sejalan dengan kebijakan pemerintah,” tegas Jenderal Agus.
Kehadiran personel militer ini diproyeksikan bakal menutup celah pemanfaatan sumber daya laut secara ilegal (illegal fishing) oleh pihak asing, sekaligus menjadi motor pendampingan teknis bagi nelayan lokal dalam mengelola sumber daya nasional.
