CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mematangkan implementasi visi Indramayu REANG melalui penguatan sektor sosial-keagamaan.
Salah satu langkah konkretnya tercermin dalam penyaluran Zakat Mal Pertanian yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin.
Bertempat di Balai Desa Babadan, Kecamatan Sindang, pada Jumat (6/2/2026), sebanyak 252 warga menerima pendistribusian zakat sebagai bentuk nyata kepedulian sosial berbasis potensi lokal.
Baca Juga:Bukan Sebatas CSR, Lucky Hakim Resmikan Benteng Ekonomi dan Anti-Narkotika di IndramayuRevolusi Pelayanan, RSUD Indramayu Adopsi Standar 'Service Excellent' Perbankan untuk Manjakan Pasien
Zakat Sebagai Jaring Pengaman Sosial
Wabup Syaefudin menegaskan bahwa zakat mal pertanian bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat bawah.
Dengan menyasar langsung para petani dan warga kurang mampu, program ini menjadi jaring pengaman sosial yang efektif.
”Zakat mal pertanian ini adalah wujud kehadiran pemerintah bersama masyarakat. Kita ingin meringankan beban warga sekaligus memupuk kembali semangat gotong royong yang menjadi akar budaya kita,” ujar Syaefudin.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan berupa beras berkualitas seberat 5 kilogram untuk setiap penerima.
Angka 252 penerima manfaat ini menjadi potret keberhasilan pendataan yang presisi di tingkat desa.
Apresiasi untuk Desa Babadan: Role Model Kemandirian
Syaefudin memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Desa Babadan yang konsisten menjalankan program ini.
Menurutnya, kesadaran muzakki (pembayar zakat) di wilayah ini patut menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu.
Baca Juga:APIK Indramayu Bangun Budaya Keselamatan lewat Manajemen Risiko BencanaSikat Habis Eceng Gondok dan Bangunan Liar, Lucky Hakim Target Normalisasi Drainase Indramayu Tuntas 3 Bulan
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu, saya ucapkan terima kasih kepada Kuwu dan masyarakat Desa Babadan. Konsistensi ini membuktikan bahwa nilai kesalehan sosial kita sangat tinggi,” tambahnya.
Optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) diyakini mampu menjadi katalisator pengentasan kemiskinan ekstrem.
Syaefudin berharap aksi ini memicu para pemilik lahan pertanian lainnya untuk menunaikan kewajiban zakat mereka. Sehingga manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak kepala keluarga.
Sinergi Menuju Indramayu REANG
Program “Indramayu Berzakat” merupakan pilar penting dalam mewujudkan visi Indramayu REANG—sebuah komitmen pembangunan yang religius, ekonomi kuat, aman, nyaman, dan mengedepankan gotong royong.
Kuwu Desa Babadan, Sugeng Sari Kuswanto, menyampaikan bahwa penyaluran ini adalah bentuk tanggung jawab moral pemerintah desa.
”Ini adalah kerja bersama. Penyaluran zakat ini bukan hanya soal bantuan pangan, tapi soal menjaga kebersamaan dan martabat warga kami. Semoga ini mempercepat terwujudnya visi Indramayu Reang di tingkat desa,” tutup Sugeng.(*)
