Bukan Sebatas CSR, Lucky Hakim Resmikan Benteng Ekonomi dan Anti-Narkotika di Indramayu

Lucky-Hakim
Bupati Indramayu Lucky Hakim saat peluncuran Rumah Berdaya PT PG Rajawali II Jatibarang sebagai pusat ekonomi dan edukasi. Foto: Humas Pemkab Indramayu

​CIREBONINSIDER.COM – Wajah Desa Jatibarang kini punya warna baru yang lebih progresif. Bukan sekadar bangunan seremonial, kehadiran Rumah Berdaya PT PG Rajawali II yang diresmikan oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, pada Kamis (5/2/2026), menjadi sinyal kuat kebangkitan ekonomi sekaligus benteng sosial bagi warga lokal.

​Di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis, inisiatif ini muncul dengan dua pilar utama: Manisnya kemandirian melalui produksi gula batu dan ketegasan sosial lewat edukasi anti-narkotika.

​Gula Batu: Strategi “Lokal Naik Kelas”

​Salah satu magnet utama dari Rumah Berdaya ini adalah pusat pelatihan produksi gula batu. Mengapa gula batu? Komoditas ini dinilai memiliki value added (nilai tambah) yang jauh lebih tinggi dibandingkan gula pasir biasa, dengan pangsa pasar yang stabil di sektor kuliner dan kesehatan.

Baca Juga:Sikat Habis Eceng Gondok dan Bangunan Liar, Lucky Hakim Target Normalisasi Drainase Indramayu Tuntas 3 BulanRespons Cepat Banjir Indramayu: Lucky Hakim Instruksikan Evaluasi Izin Permukiman Baru

​Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata pembangunan inklusif. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah industri besar.

​”Kami mengapresiasi PT PG Rajawali II. Ini bukan sekadar simbol kolaborasi, tapi kunci pemberdayaan. Masyarakat kini dibekali keterampilan teknis untuk mengubah potensi lokal menjadi produk yang punya nilai jual tinggi,” ujar Lucky Hakim saat meninjau lokasi.

​Membangun ‘Benteng’ di Akar Rumput

​Namun, kesejahteraan ekonomi dianggap akan rapuh jika ketahanan sosialnya lemah. Menyadari risiko tersebut, Rumah Berdaya mengintegrasikan Rumah Edukasi Anti Narkotika Indramayu.

​Langkah ini tergolong berani dan jarang ditemukan di pusat pemberdayaan ekonomi lainnya. Fokusnya jelas: memberikan literasi bahaya zat adiktif langsung di jantung aktivitas warga.

Sasarannya adalah generasi muda Jatibarang agar memiliki tameng mental di tengah ancaman peredaran narkotika yang kian masif.

​Kolaborasi Multisektor (Triple Helix)

​Dalam perspektif pembangunan daerah, langkah ini memperkuat konsep Triple Helix—sinergi antara pemerintah, dunia usaha (BUMN/Swasta), dan masyarakat sipil.

​”Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendorong kolaborasi multipihak seperti ini. Kita ingin membangun masyarakat yang tidak hanya mandiri secara finansial, tapi juga sadar sosial dan berdaya saing,” tambah Lucky.

Baca Juga:Indramayu Dikepung Banjir, Bupati Lucky Hakim Instruksikan Proyek Tanggul 13 KM Mulai FebruariTransformasi Bapperida: Lucky Hakim Rombak SOTK Indramayu demi Pelayanan Publik Lebih Lincah

​Rumah Berdaya kini berdiri sebagai oase bagi warga Desa Jatibarang. Sebuah ruang tumbuh yang membuktikan bahwa industri gula bisa berdampingan mesra dengan pembangunan karakter manusia.(*)

0 Komentar