CIREBONINSIDER.COM – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kamis (5/2/2026).
Langkah strategis ini dinilai sebagai upaya serius pemerintah mengintegrasikan “dua otak” ekonomi Indonesia: kebijakan fiskal dan moneter.
Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 3/M Tahun 2026. Di bawah sumpah jabatan yang didiktekan langsung oleh Presiden, Juda Agung berkomitmen menjalankan darmabakti kepada bangsa dengan integritas penuh.
Baca Juga:Sinergi Moneter-Fiskal: Thomas Djiwandono Sah Jabat Deputi Gubernur BI 2026-2031Manuver "Shock Therapy" Fiskal: Rahasia Menkeu Purbaya Balikkan Badai Ekonomi di Awal 2026
Mengakhiri Ego Sektoral: Misi “Duo Teknokrat”
Penunjukan Juda Agung—seorang bankir sentral senior—bukanlah tanpa alasan. Kehadirannya di Lapangan Banteng (Kemenkeu) menciptakan komposisi unik bersama Thomas Djiwandono.
Prabowo tampaknya ingin membangun jembatan permanen antara otoritas fiskal dan moneter.
”Intinya, Presiden menekankan bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, diperlukan koordinasi ketat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. Ini kunci agar program pemerintah efektif,” ujar Juda Agung saat memberikan keterangan pers usai pelantikan.
Juda menambahkan bahwa pengalamannya yang panjang di Bank Indonesia (BI) akan menjadi pelengkap bagi tim keuangan saat ini.
”Sinergi antara dua kebijakan ini akan jauh lebih baik dibandingkan jika masing-masing bergerak sendiri di otoritasnya,” tegasnya.
Independensi Moneter dan Integritas Fiskal
Meski kini menjabat di ranah fiskal, Juda Agung menegaskan garis batas kewenangan tetap terjaga.
Terkait isu intervensi nilai tukar Rupiah, ia memastikan hal tersebut tetap menjadi hak prerogatif Bank Indonesia.
Baca Juga:Purbaya Serahkan DIM Revisi UU P2SK, Bidik Stabilitas Jangka PanjangPKB Titip ke Prabowo Ekonomi Konstitusi, Cak Imin Desak Perombakan Akses Modal Rakyat
”Selama itu kebijakan moneter, itu tetap di wilayah Bank Indonesia,” ungkapnya lugas, meredam spekulasi pasar mengenai tumpang tindih kewenangan.
Di sisi lain, Juda juga memberikan rapor hijau bagi langkah Menteri Keuangan dalam beberapa bulan terakhir terkait penguatan integritas pejabat dan tata kelola kelembagaan.
Baginya, pondasi integritas adalah harga mati untuk menjaga kepercayaan publik dan investor.
Kehadiran Tokoh Kunci
Prosesi pelantikan ini dihadiri oleh jajaran petinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
