CIREBONINSIDER.COM – Kabupaten Cirebon bukan sekadar titik lintasan di Jalur Pantura. Dengan bentang alam yang menjulur dari pesisir utara hingga perbatasan Jawa Tengah, wilayah ini menyimpan kontras geografis yang mencolok.
Berdasarkan data terbaru Pemerintah Kabupaten Cirebon, terjadi disparitas luas wilayah yang signifikan di antara 40 kecamatan yang ada.
Di satu sisi, terdapat “sang raksasa” yang membentang puluhan kilometer persegi. Namun di sisi lain, terdapat wilayah padat yang luasnya tak sampai sepersepuluh dari wilayah terluas.
Baca Juga:Launching Greenhouse, LPBI MWC NU Kapetakan Bagikan 3.500 Bibit Cabai ke Warga9 Desa di Kecamatan Kapetakan Gelar Musdesus Serentak Pembentukan Kopdes Merah Putih
Dominasi Kapetakan dan Barisan Wilayah Terluas
Kecamatan Kapetakan mengukuhkan diri sebagai pemegang wilayah terluas di Kabupaten Cirebon dengan cakupan mencapai 67,47 kilometer persegi. Sebagai wilayah pesisir, Kapetakan memiliki peran strategis dalam peta geografis daerah.
Menyusul di posisi kedua, Kecamatan Gegesik tampil dengan luas 63,74 kilometer persegi, yang menjadikannya salah satu lumbung pangan potensial.
Di urutan selanjutnya, terdapat Kecamatan Susukan seluas 51,96 kilometer persegi, disusul Losari dengan 47,91 kilometer persegi, dan Pasaleman yang mencatatkan luas 41,28 kilometer persegi.
Kelima kecamatan ini merupakan “The Big Five” atau pemilik hamparan wilayah terbesar di Cirebon.
Kontras si Mungil: Mengapa Weru Begitu Sempit?
Berbanding terbalik dengan Kapetakan, Kecamatan Weru tampil sebagai wilayah paling minimalis dengan luas hanya 9,10 kilometer persegi.
Meski kecil secara administratif, Weru merupakan pusat perputaran ekonomi dan titik kepadatan penduduk yang luar biasa di Cirebon.
Fenomena wilayah mungil ini juga terlihat pada Kecamatan Pabuaran yang memiliki luas 9,57 kilometer persegi, Tengah Tani seluas 9,75 kilometer persegi, serta Kedawung dengan luas 10,77 kilometer persegi.
Baca Juga:Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon Siap Dibangun, Wabup Jigus: Kita Gunakan Model MurniKabupaten Cirebon Jadi Pusat Pembelajaran Budaya di Jawa Barat
Kecilnya luas wilayah ini sering kali berbanding lurus dengan tingginya kompleksitas tata ruang dan kepadatan pemukiman yang menuntut penanganan infrastruktur lebih spesifik.
Analisis Menengah: Penopang Urbanisasi dan Pemerintahan
Di kelompok luas menengah, Kecamatan Sumber yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon memiliki luas 29,50 kilometer persegi. Angka ini hampir setara dengan Astanajapura (29,15 kilometer persegi) dan Mundu (27,49 kilometer persegi).
Sementara itu, wilayah dengan luas di atas 30 kilometer persegi namun di bawah peringkat lima besar juga cukup banyak. Di antaranya Dukupuntang (37,39 kilometer persegi), Pangenan (36,81 kilometer persegi), hingga Gempol (30,70 kilometer persegi). Wilayah-wilayah ini menjadi penyeimbang antara zona industri, pemukiman, dan lahan konservasi.
