Reformasi Radikal Pasar Modal, Strategi Besar Pemerintah Amankan Target Ekonomi 8%

Menko-Perekonomian-Airlangga-Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membahas integritas pasar modal dan investasi global. Foto: Kemenko ekonomi RI

CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Indonesia secara resmi memulai fase baru reformasi pasar modal nasional. Langkah ini bukan sekadar upaya administratif, melainkan sebuah “bersih-bersih” strategis untuk menjaga integritas pasar sekaligus memperkuat fondasi menuju target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

​Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa komitmen ini merupakan mandat Undang-Undang yang dijalankan secara konsisten.

Senada dengan pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam wawancara bersama South China Morning Post baru-baru ini, Pemerintah menegaskan bahwa stabilitas pasar adalah harga mati.

Baca Juga:Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pasang Badan: Integritas Pasar Modal Kunci Stabilitas 2026!IHSG Jeblok dan Petinggi BEI Mundur, Hanif Dhakiri Desak OJK Rombak Total Tata Kelola Pasar Modal

​Integritas Pasar: Cermin Ekonomi Nasional

​Pemerintah menyadari bahwa kepercayaan investor adalah mata uang paling berharga. Oleh karena itu, langkah cepat dan terukur diambil untuk merespons dinamika pasar modal saat ini.

​”Integritas pasar adalah cerminan dari seluruh perekonomian. Inilah alasan mengapa Pemerintah mengambil tindakan tegas dalam merespons perkembangan terkini,” tegas Haryo Limanseto.

​Peta Jalan Reformasi: Likuiditas dan Transparansi

​Untuk meningkatkan daya saing global, Pemerintah telah menetapkan empat pilar transformasi utama:

– ​Booster Likuiditas: Rencana peningkatan porsi saham beredar bebas (free float) minimum menjadi 15%.

– ​Penguatan Jangkar Domestik: Optimalisasi peran investor institusional seperti dana pensiun dan perusahaan asuransi.

– ​Intervensi Strategis: Pembukaan opsi keterlibatan Danantara (Sovereign Wealth Fund) untuk menjaga stabilitas pasar di masa volatilitas tinggi.

– ​Penegakan Hukum Tanpa Kompromi: Memperketat regulasi untuk menyingkirkan praktik manipulasi yang merugikan investor.

Baca Juga:Revisi UU P2SK, Purbaya Sebut BI Tak Hanya Fokus Stabilisasi tapi Wajib Dorong Pertumbuhan Ekonomi NasionalMenkop Ferry Akselerasi 80.000 Kopdes Merah Putih: Kunci 8 Persen Pertumbuhan Ekonomi Nasional

​Menuju Hilirisasi dan Ekosistem Global

​Reformasi di sektor finansial ini akan menjadi bahan bakar bagi sektor riil. Pemerintah memproyeksikan sektor manufaktur, digitalisasi, dan transportasi sebagai motor utama investasi asing (Foreign Direct Investment).

​Salah satu fokus progresif yang tengah didorong adalah pengembangan ekosistem semikonduktor nasional dan percepatan perjanjian perdagangan global.

Strategi ini, ditambah dengan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja masif dan memperkuat daya beli domestik.

​Optimisme di Tengah Ketidakpastian

​Meski dinamika global penuh ketidakpastian, Pemerintah tetap memegang teguh disiplin fiskal dan penguatan fundamental ekonomi.

Dengan pasar modal yang kredibel, transparan, dan berdaya saing, Indonesia optimistis mampu menarik investasi berkualitas tinggi yang berkelanjutan.(*)

0 Komentar