CIREBONINSIDER.COM – Langkah tegas diambil Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan menutup total aktivitas tambang Galian C di Desa Cileuleuy, Kabupaten Kuningan.
Menyikapi hal ini, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, bergerak cepat meninjau lokasi guna menjamin nasib ratusan warga yang kini kehilangan sumber penghasilan utama, Rabu (4/2/2026).
Dialog Kemanusiaan di Lokasi Segel
Berdiri di tengah area yang kini telah dipasang garis segel, Bupati Dian menegaskan bahwa meskipun penutupan adalah bentuk penegakan regulasi dari level Provinsi, urusan kesejahteraan rakyat daerah tetap menjadi prioritasnya.
Baca Juga:Sumedang "Lockdown" Galian Ilegal, Gandeng BRIN Digitalisasi Izin Lingkungan via Smart WaterUsai Gunung Kuda, Kini Galian C Argasunya Kota Cirebon Longsor, Telan 2 Korban Jiwa
”Karena sudah disegel Provinsi, secara aturan aktivitas harus berhenti. Saya hadir bukan sekadar meninjau lahan, tapi untuk memastikan aspirasi Bapak dan Ibu sampai ke meja Gubernur,” ujar Bupati Dian di hadapan para pekerja.
Solusi Strategis: Upah Pengganti & Reboisasi
Bupati mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin koordinasi intensif dengan Gubernur Jawa Barat.
Hasilnya, pemerintah menyiapkan skema transisi agar dapur warga tetap “ngepul” selama masa penutupan.
Beberapa poin krusial hasil koordinasi tersebut meliputi:
– Insentif Transisi: Pemprov Jabar berencana memberikan upah pengganti selama 1 hingga 2 tahun ke depan bagi warga terdampak.
– Program Hijau: Sebagai timbal balik, warga akan diberdayakan dalam program pemeliharaan lahan dan penghijauan (reklamasi) di area bekas tambang.
– Alih Profesi Terintegrasi: Dinas terkait akan melakukan pendampingan agar penambang memiliki skill baru di sektor produktif lainnya.
Potret Dampak: 150 Jiwa Bergantung di Cileuleuy
Camat Cigugur, Yono Rahmansyah, S.STP, melaporkan bahwa berdasarkan pendataan cepat, terdapat sekitar 150 warga yang terdampak langsung secara ekonomi. Profesi mereka mencakup:
– Penambang tradisional (penggali manual).
– Sopir truk pengangkut material.Ibu-ibu pemecah batu (méprek).
Baca Juga:Belajar dari Peristiwa Gunung Kuda, Pemkot Cirebon akan Pasang Larangan di Galian C ArgasunyaDarurat Ikan Dewa! Ratusan Ikan Keramat Cigugur Mati Massal, Bupati Kuningan Instruksikan Penanganan Khusus
”Data ini bersifat dinamis. Kami terus melakukan validasi agar data yang dikirim ke Provinsi benar-benar akurat, sehingga bantuan tepat sasaran kepada mereka yang sudah puluhan tahun bekerja di sini,” jelas Yono.
Komitmen Lingkungan Tanpa Mengorbankan Rakyat
Bupati Dian menekankan bahwa keseimbangan antara kelestarian alam dan keadilan ekonomi adalah kunci.
Ia meminta warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum selama proses koordinasi berlangsung.
