CIREBONINSIDER.COM – Ekonomi Indonesia sempat berada di persimpangan kritis pada penghujung 2025. Namun, lewat sebuah manuver fiskal yang agresif dan terukur, pemerintah mengklaim telah berhasil memutar balik arah “kemudi” ekonomi menuju jalur ekspansi di awal 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa strategi fiskal pro-growth menjadi kunci penyelamat.
Alih-alih menarik rem darurat lewat pengetatan, pemerintah justru memilih menyuntikkan likuiditas besar-besaran untuk menjaga urat nadi perekonomian tetap berdenyut.
Baca Juga:Purbaya Serahkan DIM Revisi UU P2SK, Bidik Stabilitas Jangka PanjangTarget 8 Persen Bukan Mustahil: Menkeu Purbaya Beberkan Strategi ‘Dual Engine’ di IES 2026
Lawan Arus: “Bakar Uang” demi Daya Beli
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2/2026), Menkeu blak-blakan mengenai kondisi kuartal ketiga 2025 yang sempat melesu.
Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang merosot hingga September menjadi sinyal kuning bagi stabilitas nasional.
”Yang penting adalah kita berhasil membalik arah ekonomi dengan cukup signifikan tanpa melanggar kaidah kebijakan fiskal yang berkesinambungan,” tegas Purbaya di hadapan parlemen.
Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan pajak di tengah tekanan ekonomi menjadi “oksigen” instan bagi masyarakat. Hasilnya, indikator konsumsi meroket di akhir tahun:
– Sektor Otomotif: Penjualan mobil melonjak 17,9%, disusul sepeda motor 14,5%.
– Sektor Ritel: Tren belanja dan konsumsi BBM meningkat tajam sejak injeksi likuiditas dilakukan.
Manufaktur Kembali Bergairah
Efek domino dari pulihnya kepercayaan pasar langsung merembet ke lantai produksi. Sektor manufaktur Indonesia tidak hanya sekadar bertahan, tapi mulai berlari kencang.
Data terbaru menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur menyentuh angka 52,6 pada Januari 2026. Angka di atas level 50 ini mengonfirmasi bahwa para pelaku usaha telah keluar dari mode bertahan dan mulai meningkatkan kapasitas produksi.
Baca Juga:Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pasang Badan: Integritas Pasar Modal Kunci Stabilitas 2026!Reformasi Radikal Pasar Modal, Strategi Besar Pemerintah Amankan Target Ekonomi 8%
”Momentum pertumbuhan ekonomi yang kita balik di triwulan keempat tahun lalu akan berkelanjutan, setidaknya jika melihat optimisme pelaku usaha hingga Januari 2026,” tambah Menkeu.
Menjaga Napas Pertumbuhan 2026
Meski fondasi telah menguat, Menkeu menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengendurkan pengawasan. Fokus utama di tahun 2026 adalah menjaga ritme belanja negara agar tetap tepat waktu dan tepat sasaran.
Pemerintah juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan bank sentral. Tujuannya satu: memastikan likuiditas di pasar tetap memadai untuk mendanai ekspansi dunia usaha tanpa memicu gejolak inflasi yang liar.
