CIREBONINSIDER.COM – Di balik hamparan hijau Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, tersimpan sebuah ironi besar.
Di saat para petani berhasil “menaklukkan” cuaca ekstrem dan mengamankan stok nasional menjelang Ramadan 1447 Hijriah, produk unggulan mereka justru sering kehilangan jati diri saat merambah pasar.
Meski diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa bulan terakhir, produktivitas bawang merah di Cirebon tetap menunjukkan performa luar biasa.
Baca Juga:Lumbung Padi Nasional: Keajaiban Panen Raya di Indramayu yang Sempat Kekeringan, Tuai Pujian dari WamentanPanen Ubi Jalar Kuningan Tembus 60 Ton Per Hektare, BAKTI TASKIN Amankan Harga Lewat Eksportir
Namun, sebuah realitas pahit terungkap: identitas bawang Cirebon kerap “dicuri” dan berganti label menjadi Bawang Brebes di tangan tengkulak.
Keajaiban 10 Ton di Tengah Cuaca Ekstrem
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat prestasi teknis yang signifikan di wilayah ini. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Agung Sunusi, mengungkapkan bahwa produktivitas petani di Kecamatan Pangenan masih mampu menembus angka rata-rata 10 ton per hektare.
”Jika merujuk data BPS, rata-rata nasional ada di angka 11 hingga 12,5 ton. Namun, dengan kondisi hujan hampir setiap hari, capaian Cirebon ini di atas ekspektasi. Sangat luar biasa,” ujar Agung di sela-sela panen raya di lahan seluas 26 hektare tersebut, Sabtu (31/1/2026).
Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi makro. Berdasarkan rilis BPS, bawang merah memberikan andil deflasi sebesar 0,07% pada Januari 2026, yang membantu menekan inflasi pangan nasional tetap terkendali di angka 0,15% (mtm).
Strategi Militan: Tiada Hari tanpa Tanam
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan produksi sepanjang tahun. Di Cirebon, instruksi ini diterjemahkan dengan pola tanam berkelanjutan yang agresif.
“Tidak ada istilah lahan tidur. Panen ada, tanam juga ada. Saat ini, sekitar 500 hektare lahan sudah kembali ditanami tanpa jeda panjang,” tegas Agung Sunusi.
Dengan estimasi sisa lahan panen mencapai 350 hektare hingga Lebaran nanti, Kementan menjamin pasokan untuk wilayah Jabodetabek aman.
Baca Juga:AKSELERASI PRODUKSI: Kerang Hijau Cirebon Panen 10 Hari Lebih Cepat Berkat Stimulan Rumpon BaganPecah Rekor! Petani Kedokan Bunder Indramayu Panen Padi 12,11 Ton Per Hektar, Ini Rahasianya
Harga di tingkat petani pun terjaga di kisaran Rp25.000 per kilogram, yang diprediksi akan sampai ke tangan konsumen di angka ideal Rp35.000 per kilogram.
Jeritan Petani: Antara Tengkulak dan “Branding” Brebes
Namun, keberhasilan produksi ini menyisakan lubang besar dalam sistem tata niaga. Ketua Kelompok Tani Makam Wada, Nashori, membeberkan fakta bahwa bawang merah asli Cirebon seringkali tidak dikenal oleh publik sebagai produk lokal.
