UIN Siber Cirebon Larang Karangan Bunga, Revolusi Ekoteologi Menuju Indonesia Asri

Green-Campus-UIN-Siber-Syekh-Nurjati-Cirebon
Tanaman hidup sebagai pengganti karangan bunga di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendukung program Green Campus. Foto: Kemenag RI

Lawan Arus, Bangun Kesadaran Kolektif

​Mengubah tradisi yang sudah mengakar tentu tidak mudah. Namun, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memilih konsistensi.

Larangan penggunaan karangan bunga kini dicantumkan secara tegas dalam setiap undangan resmi dan disosialisasikan kepada seluruh mitra kerja serta alumni.

​Target besarnya adalah membangun kesadaran kolektif. Konsep Green Campus (Kampus Hijau) bukan sekadar tentang seberapa banyak pohon yang ditanam, melainkan tentang transformasi cara berpikir (mindset) setiap individu untuk bertindak ramah terhadap alam.

Baca Juga:Tebar 100.000 Benih Nilem di Sungai Cijejeng, JAMAN Tanamkan Ekoteologi sejak Dini untuk Kedaulatan PanganKemenag Genjot Kesejahteraan Guru 2026: TPG Naik, Sertifikasi 423 Ribu Guru Madrasah Jadi Prioritas Utama

​Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam, teknologi siber, dan prinsip keberlanjutan, UIN Siber Syekh Nurjati sedang mengirimkan pesan kuat: menjaga bumi adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan.(*)

0 Komentar