UIN Siber Cirebon Larang Karangan Bunga, Revolusi Ekoteologi Menuju Indonesia Asri

Green-Campus-UIN-Siber-Syekh-Nurjati-Cirebon
Tanaman hidup sebagai pengganti karangan bunga di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendukung program Green Campus. Foto: Kemenag RI

​CIREBONINSIDER.COM — Selama ini, karangan bunga identik dengan simbol prestise dalam setiap prosesi seremonial. Namun, di balik kemegahannya yang singkat, tersisa tumpukan limbah sterofom dan plastik yang membebani bumi.

Memutus rantai polusi visual dan lingkungan tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan gebrakan radikal: melarang penggunaan karangan bunga dan mewajibkan penggantiannya dengan tanaman hidup.

​Kebijakan ini bukan sekadar imbauan lisan, melainkan langkah formal yang tertuang dalam Surat Edaran Rektor.

Baca Juga:Tebar 100.000 Benih Nilem di Sungai Cijejeng, JAMAN Tanamkan Ekoteologi sejak Dini untuk Kedaulatan PanganKemenag Genjot Kesejahteraan Guru 2026: TPG Naik, Sertifikasi 423 Ribu Guru Madrasah Jadi Prioritas Utama

Inisiatif ini menjadi fondasi baru bagi budaya kampus hijau sekaligus pengejawantahan nyata dari konsep Ekoteologi yang sedang digencarkan oleh Kementerian Agama RI.

​Transformasi Budaya: Dari Sampah Menjadi Oksigen

​Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk transformasi dari budaya simbolik menuju praktik yang lebih substantif.

​”Kami memandang kebijakan ini sebagai pergeseran paradigma. Karangan bunga hanya indah sesaat, lalu berakhir jadi masalah lingkungan. Sebaliknya, tanaman hidup memberikan manfaat ekologis, edukatif, hingga spiritual. Ia tumbuh, dirawat, dan memberi kehidupan,” ujar Aan Jaelani di Cirebon, Rabu (4/2/2026).

​Langkah progresif ini menyasar tiga dampak utama bagi lingkungan akademik:

– ​Dampak Ekologis: Memperkaya ruang terbuka hijau dan memperbaiki kualitas udara di sekitar kampus.

– ​Dampak Edukatif: Membangun karakter civitas akademika agar lebih peduli dan bertanggung jawab atas makhluk hidup.

– ​Dampak Spiritual: Menjadikan aktivitas merawat tanaman sebagai bentuk ibadah nyata dan amal jariyah.

Sambut Visi Indonesia Asri Era Prabowo Subianto

​Langkah UIN Siber Cirebon ini tidak berdiri di ruang hampa. Kebijakan ini merupakan dukungan konkret terhadap program Indonesia Asri yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:KKN Mahasiswa PJJ PAI UIN SSC Beri Warna Baru, Latih Siswa SDN Pekalangan Pemanfaatan CanvaLampaui Batas Digital! Cerita Mahasiswa PJJ PAI UIN Siber Cirebon Bangun Solidaritas Nyata di Alam Kendal

Program tersebut menekankan pentingnya pelestarian lingkungan dan penataan ruang hijau secara berkelanjutan.

​Sebagai kampus berbasis siber pertama di bawah naungan Kemenag, UIN Cirebon memosisikan diri sebagai pioner yang menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam praktik lapangan yang berani.

​”Setiap oksigen yang dihasilkan dari tanaman ini adalah bagian dari amal jariyah. Kami ingin kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu, tapi juga teladan dalam menjaga martabat alam,” tambah Prof. Aan.

0 Komentar