CIREBONINSIDER.COM – Indonesia tengah bersiap memindahkan persneling ekonomi ke gigi tertinggi. Dalam forum bergengsi Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara eksklusif memaparkan peta jalan ambisius: membawa ekonomi nasional menyentuh angka 8 persen menjelang tahun 2029.
Purbaya menegaskan bahwa optimisme ini bukanlah sekadar angka di atas kertas, melainkan hasil dari pemulihan fundamental yang kini mulai terakselerasi.
Peta Jalan Menuju 2029
Pemerintah telah menyusun target bertingkat untuk memastikan pertumbuhan tetap berkelanjutan dan tidak mengalami “overheating”.
Baca Juga:Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pasang Badan: Integritas Pasar Modal Kunci Stabilitas 2026!Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa "Cuci Gudang" Pejabat Bea Cukai, Perketat Benteng Fiskal dari Barang Ilegal
”Tahun ini kita bidik 6 persen, tahun depan 6,5 persen, lalu merangkak ke 7 persen. Hingga menjelang 2029, target kita adalah mendekati 8 persen,” tegas Purbaya di hadapan para investor dan pelaku usaha.
Menurutnya, indikator ekonomi dalam empat bulan terakhir telah memberikan sinyal hijau yang jelas. Ekonomi Indonesia tidak lagi sekadar bertahan, melainkan sedang bergerak dalam momentum penguatan yang solid.
Strategi ‘Dual Engine’ dan Disiplin Fiskal
Kunci utama dari lonjakan pertumbuhan ini adalah optimalisasi dua mesin penggerak sekaligus: Sektor Pemerintah dan Sektor Swasta. Purbaya menyebutnya sebagai strategi Dual Engine.
”Jika pemerintah memberikan karpet merah bagi swasta untuk tumbuh, maka angka di atas 6 persen itu menjadi target yang mudah. Kami memanfaatkan seluruh mesin ekonomi agar bekerja pada kapasitas maksimalnya,” jelas Menkeu.
Meski agresif dalam mendorong pertumbuhan, Purbaya memberikan jaminan kepada pasar bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan prinsip kehati-hatian. Disiplin fiskal tetap menjadi jangkar utama.
– Defisit Anggaran: Dijamin tetap di bawah 3% dari PDB.
– Likuiditas: Dipastikan cukup untuk memutar roda sistem keuangan.
– Ekspansi Fiskal: Terukur untuk stimulus tanpa mengorbankan stabilitas.
Radikalisme Birokrasi: Satgas Debottlenecking
Satu terobosan yang menjadi “senjata rahasia” pemerintah adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking.
Satgas ini bertugas memangkas segala sumbatan regulasi yang selama ini menghambat arus investasi.
Baca Juga:Menkeu Purbaya Blokir Izin Layar Kapal Asing Pengemplang Pajak: Tak Ada Kompromi!Menkeu Purbaya ke Pejabat Pajak: Satu Orang Menyimpang, Rusak Marwah Ribuan Pegawai
Purbaya menjanjikan perubahan drastis pada iklim bisnis Indonesia dalam 12 bulan ke depan.
Melalui Satgas ini, pelaku usaha memiliki akses langsung untuk melaporkan hambatan birokrasi yang mereka temui di lapangan.
”Satu tahun dari sekarang, kita akan melihat wajah iklim bisnis yang benar-benar berbeda. Kondisi yang jauh lebih sehat inilah yang akan menjadi bahan bakar utama bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan inklusif,” pungkasnya.(*)
