CIREBONINSIDER.COM – Dinamika politik di Istana Merdeka kian progresif. Presiden Prabowo Subianto resmi menerima jajaran elite Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu (4/2/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi formal, melainkan momentum krusial bagi PKB untuk menitipkan agenda besar: Ekonomi Konstitusi.
Standardisasi Kader: Lulusan Akpolbang Siap Kawal Pemerintah
Membuka pertemuan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memperkenalkan wajah-wajah baru yang mendominasi kepengurusan pusat hingga wilayah.
Baca Juga:Siasat Baru PKE 2025: Ubah Gen Z Menjadi 'Mesin Baru' Ekonomi Digital IndonesiaStrategi Radikal Mentan Amran di Cisarua: Ubah Lereng Maut Jadi Sabuk Hijau Bernilai Ekonomi
Menariknya, PKB kini menerapkan filter ketat melalui Akademi Politik Kebangsaan (Akpolbang).
”Kami baru saja menyelesaikan Akpolbang. Calon pengurus utama wajib lulus dari akademi ini sebagai syarat kompetensi. Ini cara kami menyiapkan kader yang berkualitas untuk menyokong kebijakan strategis pemerintah,” ujar Muhaimin usai pertemuan.
Gebrakan Ekonomi Pasal 33: Modal untuk Rakyat, Bukan Elite
Poin paling tajam dalam diskusi tersebut adalah desakan PKB agar pemerintah kembali ke khitah Pasal 33 UUD 1945. PKB menilai, kepemimpinan Prabowo adalah momentum emas untuk memutus rantai ketimpangan ekonomi melalui sistem ekonomi konstitusi.
Cak Imin menekankan bahwa keadilan ekonomi hanya bisa dicapai jika negara hadir melakukan intervensi pada sektor permodalan.
”Sudah saatnya akses modal tidak lagi berputar di segelintir orang. Rakyat di lapisan paling bawah harus menjadi penikmat utama permodalan nasional. Inilah inti dari ekonomi konstitusi yang kami titipkan kepada Presiden,” tegasnya.
Navigasi Geopolitik: Mengapa Prabowo?
Di sisi lain, PKB memberikan rapor hijau terhadap manuver diplomatik Prabowo di kancah internasional. Muhaimin memuji pemahaman mendalam sang Presiden terhadap peta geopolitik dunia yang kian rumit dan volatil.
Menurut PKB, Indonesia membutuhkan sosok yang paham betul cara menangani dinamika global secara cepat dan khusus—sebuah kapasitas yang mereka yakini dimiliki sepenuhnya oleh Prabowo Subianto.
Baca Juga:Tok! UMK Kota Cirebon 2026 Naik Jadi Rp2,87 Juta: Menguji Nyali Daya Beli di Tengah Tren Ekonomi BaruProyeksi Ekonomi RI 2026: Sinyal Ekspansi 5,4% di Tengah Bayang-bayang Defisit Fiskal
Dukungan tanpa Syarat untuk Program Kerakyatan
PKB menyatakan kesiapannya untuk menjadi “benteng” bagi program-program pemerintah yang langsung menyentuh akar rumput.
Dukungan ini bukan sekadar loyalitas politik, melainkan kesamaan ideologi dalam mengupayakan pemerataan kesejahteraan.
”Kami puas dengan arah kepemimpinan Presiden Prabowo. PKB yakin, di tangan beliau, ekonomi yang berkeadilan bukan lagi sekadar wacana, tapi kenyataan yang bisa dirasakan rakyat,” pungkas Muhaimin.(*)
