Langkah Progresif Prabowo: Modernisasi Dana Umat dan 6 Pilar Strategis Menuju Indonesia 2026

Prabowo-dan-Tokoh-Agama
Presiden Prabowo Subianto berdiskusi akrab dengan tokoh agama dan kiai di Istana Merdeka membahas penguatan ekonomi keumatan dan LPDU. Foto Setneg RI

​CIREBONINSIDER.COM – Presiden Prabowo Subianto mulai mengonversi visi besar “Indonesia Maju” ke dalam langkah taktis pemberdayaan ekonomi akar rumput.

Dalam pertemuan strategis di Istana Merdeka, Selasa (3/2/2026), Kepala Negara mematangkan cetak biru pengembangan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) sebagai instrumen baru pengentasan kemiskinan berbasis keagamaan.

​Sentuhan Profesional di Ekosistem Ekonomi Umat

​Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Presiden ingin dana umat tidak lagi dikelola secara konvensional, melainkan dengan standar manajemen profesional yang transparan dan akuntabel.

Baca Juga:Diplomasi 'Meja Makan' Prabowo: Konsolidasi Strategis Bareng PBNU, Muhammadiyah, dan Ulama di IstanaMisi Adaptasi Teknologi: Prabowo Gandeng Embraer Brasil, Rancang Masa Depan Garuda Indonesia yang Lebih Lincah

​“Bapak Presiden ingin ada efisiensi dan efektivitas. Kita akan menghimpun dana umat oleh umat, untuk umat, namun dengan sentuhan manajemen profesional agar dampaknya nyata bagi kemaslahatan,” ujar Menag usai pertemuan yang dihadiri pimpinan ormas Islam dan pengasuh pondok pesantren tersebut.

​Langkah ini dinilai sebagai upaya progresif untuk mengintegrasikan potensi filantropi Islam ke dalam arus utama pembangunan nasional tanpa menghilangkan independensi lembaga keagamaan.

Suasana dialog yang cair dan terbuka menunjukkan komitmen Presiden dalam mendengar langsung aspirasi para ulama sebagai pilar stabilitas bangsa.

​Enam Kompas Kebijakan Strategis 2026

​Gebrakan LPDU ini berkelindan erat dengan 6 Kebijakan Strategis yang dipaparkan Presiden Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul (2/2).

Visi ini merupakan peta jalan menyeluruh untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat secara inklusif.

​1. Kedaulatan Pangan dan EnergiFokus utama tertuju pada swasembada pangan melalui peningkatan produksi dan cadangan nasional. Di sektor energi, pemerintah mendorong optimalisasi sumber daya domestik guna mempercepat transisi menuju kemandirian energi total.

​2. Akselerasi Kualitas SDMProgram unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima pada 2026. Hal ini dibarengi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk deteksi dini penyakit serta penguatan “Sekolah Rakyat” yang dilengkapi digitalisasi papan tulis interaktif bagi siswa kurang mampu.

Baca Juga:Bukan Tiru Norwegia, Prabowo Targetkan 'Kedaulatan Piring Makan' lewat Transformasi Asta CitaPrabowo Efek: Program Makan Bergizi Serap 1 Juta Tenaga Kerja, Aset Danantara Tembus US$ 1 Triliun

​3. Penguatan Ekonomi InklusifPemerintah mengaktifkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor ekonomi lokal. Langkah ini diperkuat dengan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta dukungan masif bagi investasi penyerap tenaga kerja dan UMKM.

​4. Pembangunan Berbasis LingkunganSebanyak 1.100 “Kampung Nelayan Merah Putih” dibentuk untuk swasembada protein laut. Sementara itu, Gerakan Indonesia ASRI diluncurkan melalui 34 proyek waste to energy dengan nilai investasi mencapai 3,5 miliar dolar AS untuk mengatasi masalah sampah nasional.

0 Komentar