CIREBONINSIDER.COM – Lonjakan investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam yang mencapai Rp69,30 triliun pada 2025 menjadi momentum emas bagi pengusaha lokal.
Tak ingin UMKM sekadar menjadi penonton di rumah sendiri, Kementerian UMKM bergerak cepat mengintegrasikan produk lokal ke dalam rantai pasok industri global.
Melalui kolaborasi strategis dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), pemerintah resmi meluncurkan inisiatif penguatan ekosistem UMKM.
Baca Juga:Kredit UMKM Macet Menghantui, Fauzi Amro Desak Pemda Jadi 'Filtrasi' Sebelum Masuk BankOJK Cirebon 'Kepung' Kuningan: Konsolidasi Besar Perbankan untuk Ledakan KUR UMKM 2026
Langkah ini fokus pada tiga pilar: perluasan akses pembiayaan, peningkatan investasi, dan integrasi rantai pasok (supply chain).
Strategi Naik Kelas lewat Program ACCES
Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menegaskan bahwa kerja sama ini adalah jembatan bagi UMKM untuk masuk ke pasar internasional.
Sebagai langkah konkret, pemerintah memperkenalkan program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises).
”Di balik derasnya arus investasi di Batam, terdapat denyut nadi ekonomi yang sesungguhnya, yaitu UMKM. Mereka adalah penyerap tenaga kerja terbesar dan benteng pertahanan ekonomi kita,” ujar Helvi saat penandatanganan nota kesepahaman di Batam, Kamis (29/01).
Melalui program ini, UMKM akan mendapatkan pendampingan ekspor, pemetaan peluang investasi, hingga pemanfaatan aset strategis milik BP Batam untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Menjawab Tantangan Digital 2026
Transformasi ini tak lepas dari fakta bahwa perilaku konsumen telah berubah total. Berdasarkan survei terbaru, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 72,78%.
Tingginya penggunaan ponsel pintar (68,65%) memaksa pelaku usaha untuk lebih agresif di ranah digital.
Baca Juga:Strategi 'Keroyokan' OJK-BI-Pemkot Cirebon: Putus Rantai Pinjol, Naikan Kasta UMKM KopiDonat Batik Cirebon: DPPKBP3A Cirebon 'Suntik' Daya Saing UMKM Perempuan dengan Kearifan Lokal
Laporan Consumer & Commerce Outlook 2026 dari Jakpat mengungkapkan pola belanja baru:
– 48% konsumen memilih berbelanja langsung melalui media sosial brand.
– 19% konsumen bertransaksi melalui website atau aplikasi resmi.
Siap Bersaing di Rantai Nilai Global
Dengan realisasi investasi Batam yang melampaui target hingga 115%, peluang UMKM untuk menjadi mitra offtaker industri besar terbuka lebar.
Kementerian UMKM berkomitmen memastikan regulasi yang ada memberikan akses yang setara bagi pengusaha kecil untuk bersaing secara profesional.
Bagi para pelaku usaha yang ingin terus memperbarui informasi mengenai kebijakan dan peluang pasar, kunjungi kanal resmi @kementerianumkm di Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube.(*)
