Sikat Habis Eceng Gondok dan Bangunan Liar, Lucky Hakim Target Normalisasi Drainase Indramayu Tuntas 3 Bulan

Lucky-Hakim
Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau tumpukan eceng gondok dan pendangkalan saluran air di Jalan Gatot Subroto untuk proyek normalisasi drainase 2026. Foto Humas Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM – Masalah banjir di kawasan perkotaan Indramayu kini menghadapi solusi agresif. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menginstruksikan percepatan pengerukan saluran irigasi yang selama ini tersumbat sedimentasi parah, gulma eceng gondok, hingga bangunan liar yang memakan badan air.

​Dalam tinjauan lapangan di sepanjang Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Pembangunan, Jumat (30/01/2026), Bupati Lucky menemukan fakta lapangan yang memprihatinkan: urat nadi pembuangan air menuju laut Karangsong lumpuh total.

​Darurat Sedimentasi dan “Hutan” Eceng Gondok

​Bupati Lucky menegaskan bahwa persoalan banjir di Indramayu bukan sekadar faktor curah hujan, melainkan hilangnya daya tampung saluran.

Baca Juga:Respons Cepat Banjir Indramayu: Lucky Hakim Instruksikan Evaluasi Izin Permukiman BaruIndramayu Dikepung Banjir, Bupati Lucky Hakim Instruksikan Proyek Tanggul 13 KM Mulai Februari

Di beberapa titik, tanaman eceng gondok tumbuh begitu lebat hingga menutupi seluruh permukaan air.

​”Eceng gondok yang sudah besar-besar ini kalau tidak segera dibereskan akan memperburuk banjir. Air dari kota terhambat di tengah karena sedimentasi dan sampah,” ujar Lucky Hakim di hadapan awak media.

​Untuk memulihkan fungsi drainase, Pemkab Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan spesifikasi pengerukan yang ekstrem:

– ​Target Kedalaman: Pengerukan hingga kedalaman konstan 2,5 meter sampai 4 meter hingga ke pintu air.

– ​Timeline Kerja: Proyek fisik mulai dikerjakan dalam waktu dekat dengan target tuntas dalam 1 hingga 3 bulan.

– ​Output: Arus air dipastikan harus bisa mengalir deras tanpa hambatan fisik.

​Ketegasan Tata Ruang: Bangunan Liar Harus Steril

​Bukan hanya faktor alam, Lucky Hakim juga menyoroti hambatan buatan. Ia menemukan deretan warung dan bangunan liar yang berdiri tepat di atas saluran air.

Baca Juga:Transformasi Bapperida: Lucky Hakim Rombak SOTK Indramayu demi Pelayanan Publik Lebih LincahIroni Lumbung Pangan: Lucky Hakim Sentil Rendahnya Pendidikan, Gandeng ICMI "Ubah Nasib" Petani Indramayu

Keberadaan bangunan ini dinilai menjadi “parkir sampah” dan menghambat akses alat berat untuk melakukan pemeliharaan.

​Dengan nada tegas namun persuasif, Bupati meminta kesadaran warga yang mendirikan bangunan di atas saluran untuk bersedia ditata ulang.

​”Saluran air tidak boleh digunakan untuk mendirikan bangunan. Kami akan lakukan pendekatan yang humanis dan komunikatif, tetapi penertiban harus berjalan agar normalisasi lancar,” tegasnya.

​Solusi Terintegrasi Hingga Hilir

​Masalah drainase di Indramayu ternyata saling mengunci. Lucky menjelaskan bahwa aliran air yang menuju muara Karangsong saat ini terhambat oleh longsoran sungai dan sedimentasi di titik tengah.

0 Komentar