Diplomasi 'Meja Makan' Prabowo: Konsolidasi Strategis Bareng PBNU, Muhammadiyah, dan Ulama di Istana

Prabowo-Subianto-Bersama-Ormas-Islam
Presiden Prabowo Subianto bersama pimpinan ormas Islam dan kyai pondok pesantren di Istana Merdeka Jakarta. Foto: Setneg RI

CIREBONINSIDER.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan gaya kepemimpinan yang merangkul dengan menggelar pertemuan tertutup bersama jajaran tokoh lintas organisasi massa (ormas) Islam dan pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

​Langkah ini mempertegas posisi Istana sebagai ruang dialog inklusif bagi para pemegang mandat moral dan sosial di Indonesia.

​Agenda Rutin, Dampak StrategisSekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kehadiran para tokoh bangsa ini bukanlah agenda dadakan.

Baca Juga:Islah Lirboyo: Akhiri ‘Perang Dingin’ PBNU lewat Jangkar Spiritual Gus BahaHasil Pertemuan Lirboyo: Syuriyah dan Mustasyar PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 Digelar Sesingkatnya

Pertemuan ini merupakan bagian dari mekanisme “Diplomasi Rutin” yang dijadwalkan setiap tiga hingga empat bulan sekali.

​”Bapak Presiden nanti siang akan menerima beberapa tokoh pimpinan organisasi Islam, tokoh-tokoh Islam, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah. Ini adalah ruang diskusi rutin,” ungkap Seskab Teddy kepada awak media di lingkungan Istana Kepresidenan.

​Membangun Jembatan Aspirasi

Bukan sekadar silaturahmi formal, pertemuan ini menjadi wadah diskusi strategis mengenai isu-isu keumatan dan kebangsaan terkini.

Daftar undangan mencakup entitas besar yang menjadi pilar stabilitas nasional, antara lain:

– ​Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)​Muhammadiyah- ​Majelis Ulama Indonesia (MUI)- ​Persatuan Islam (Persis) & Sarekat Islam- ​Tokoh Ulama Pondok Pesantren (Khususnya dari Jawa Timur dan wilayah lainnya)

Secara progresif, rutinnya pertemuan ini menandakan bahwa Presiden Prabowo ingin memastikan kebijakan pemerintah mendapat masukan langsung dari para pemimpin spiritual.

Dengan melibatkan tokoh dari Jawa Timur—yang merupakan basis massa santri terbesar—Presiden tampak ingin menjaga “suhu” sosial tetap sejuk melalui jalur struktural dan kultural.

Baca Juga:Bukan Tiru Norwegia, Prabowo Targetkan 'Kedaulatan Piring Makan' lewat Transformasi Asta CitaPrabowo Efek: Program Makan Bergizi Serap 1 Juta Tenaga Kerja, Aset Danantara Tembus US$ 1 Triliun

​Pertemuan ini diharapkan melahirkan sinkronisasi antara program pembangunan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat di tingkat akar rumput yang dikelola oleh ormas dan pesantren.(*)​

0 Komentar