Kemenag Genjot Kesejahteraan Guru 2026: TPG Naik, Sertifikasi 423 Ribu Guru Madrasah Jadi Prioritas Utama

Sekjen-Kemenag-Kamaruddin-Amin
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin memberikan keterangan terkait peningkatan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan sertifikasi guru madrasah tahun 2026 melalui sistem SIMPATIKA. Foto: Kemenag RI

​CIREBONINSIDER.COM – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi besar-besaran pada tata kelola dan kesejahteraan guru agama serta madrasah di sepanjang tahun 2026.

Langkah strategis ini diambil guna menciptakan ekosistem pendidikan agama yang lebih unggul, kompetitif, dan berkeadilan.

​Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif terus diperkuat bersama Kemenko PMK, Bappenas, Kementerian Keuangan, hingga Komisi VIII DPR RI untuk memastikan regulasi yang berpihak pada nasib guru.

Baca Juga:Nasib Dana Haji Khusus 8.000 USD Terkatung-katung, Kemenag Bongkar Biang Keladi 'Bottleneck'Selly: Beasiswa PIP Madrasah Wajib Utuh, Tak Boleh Dipotong Satu Sen Pun

​“Kami pastikan perbaikan tata kelola dan kesejahteraan guru agama serta madrasah terus diperjuangkan. Salah satu bukti nyatanya adalah kenaikan TPG (Tunjangan Profesi Guru) dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, serta akselerasi sertifikasi yang melonjak tajam pada 2025 dan akan terus kita dorong di 2026 ini,” tegas Kamaruddin di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

​Klarifikasi dan Semangat Afirmasi

​Menanggapi dinamika pasca Rapat Kerja dengan DPR, Kamaruddin meluruskan bahwa fokus Kemenag adalah memberikan afirmasi nyata bagi guru non-ASN, bukan menciptakan dikotomi.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika terdapat penjelasan yang kurang berkenan bagi para pendidik.

​“Tidak ada maksud sama sekali untuk menyinggung para guru. Saya sangat menghormati guru dan terus berupaya mencari solusi terbaik bagi masa depan mereka,” tuturnya.

​Ia menjelaskan, kompleksitas guru agama muncul karena status pengangkatan yang bervariasi—mulai dari Pemda, yayasan, hingga kementerian lain.

Oleh karena itu, koordinasi satu pintu dengan Kemenag menjadi kunci agar pendataan dan pemberian tunjangan tepat sasaran.

​Target Sertifikasi: Tuntaskan 423 Ribu Guru

​Tantangan besar yang kini dihadapi Kemenag adalah keberadaan 423.398 guru madrasah yang belum tersertifikasi.

Baca Juga:Pengasuh Ponpes Syah Maulana Cirebon Terharu Jadi Tuan Rumah Madrasah Du’at LD PWNU Jawa BaratMadrasah Young Researchers Supercamp 2024 Masuk Tahap Pendampingan Riset, Penilaian Mulai 27 Agustus 2024

Kamaruddin memastikan mereka yang memenuhi syarat (eligible) akan diprioritaskan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara bertahap tahun ini.

​“Bersama Komisi VIII DPR, kami serius melakukan akselerasi. Sertifikasi melalui PPG dan pembayaran TPG adalah concern utama pemerintah sebagai bentuk penghargaan terhadap dunia pendidikan,” tambahnya.

​Standardisasi Rekrutmen Madrasah Swasta

​Khusus madrasah swasta, Kemenag tetap mengacu pada KMA Nomor 1006 Tahun 2021 sebagai pedoman rekrutmen. Proses ini kini dilakukan secara lebih sistematis melalui sistem SIMPATIKA:

0 Komentar