Diplomasi Mushaf: Indonesia Invasi Pasar Literasi Mesir via CIBF 2026

Kemenag-Cairo-International-Book-Fair-2026
Kepala UPQ Kemenag Ismail Nur menandatangani MoU kerja sama literasi dengan mitra penerbit Mesir di Cairo International Book Fair 2026 untuk distribusi Al-Qur\'an Indonesia. Foto Kemenag RI

CIREBONINSIDER.COM— Ekspansi pengaruh intelektual Indonesia di panggung global memasuki babak baru. Lewat ajang bergengsi Cairo International Book Fair (CIBF) 2026, Kementerian Agama RI melalui Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) resmi mengunci kerja sama strategis dengan empat raksasa penerbitan dan distribusi asal Mesir.

​Langkah ini bukan sekadar urusan teknis percetakan, melainkan misi Diplomasi Al-Qur’an untuk mengukuhkan posisi Indonesia sebagai episentrum literasi Islam dunia di jantung peradaban Timur Tengah.

​Mendobrak Dominasi, Membangun Koneksi

​Kepala UPQ Ditjen Bimas Islam Kemenag, Ismail Nur, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini melibatkan mitra-mitra kunci: United Egypt Company for Trading, Aldiplomasy.com, Dar-Mobdioun, dan United Arab Foundation.

Baca Juga:Putus Rantai Tengkulak, Kopdes Merah Putih Jadi Penopang Utama Program Makan Bergizi GratisFKSM 2025: Kementerian Kebudayaan Sukses Ubah Gudang Pelabuhan Cirebon Jadi Ruang Seni Publik

​”Ini adalah pintu masuk resmi. Kami ingin memastikan Mushaf Al-Qur’an produksi Indonesia yang dikenal berkualitas dan sahih memiliki jalur distribusi berkelanjutan di Mesir serta kawasan sekitarnya,” ujar Ismail di Kairo (1/2/2026).

​Lebih dari Sekadar Kertas dan Tinta​Kerja sama ini menjadi strategis karena mencakup tiga pilar utama:

1. ​Distribusi Masif: Membuka akses masyarakat internasional terhadap produk literasi Indonesia yang terverifikasi.

2. ​Pertukaran Intelektual: Penyelenggaraan seminar internasional dan forum ilmiah lintas negara sebagai medium dialog peradaban.

3. ​Ekspor Moderasi: Menggunakan literasi sebagai instrumen penguatan pemikiran Islam moderat (Wasathiyah) di level global.

​MoU yang diteken pada 29 Januari 2026 ini akan berlaku selama tiga tahun ke depan. Kesepakatan ini menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk beralih dari sekadar konsumen menjadi pemain utama dalam industri literasi keislaman dunia.

​”Kami memposisikan UPQ sebagai role model internasional dalam tata kelola percetakan yang akuntabel. Ini adalah wajah baru diplomasi soft power Indonesia,” tambah Ismail optimistis.

Baca Juga:NASIB 7.800 AWARDEE DITENTUKAN HARI INI, Kemenag Tekan LPDP Cairkan Beasiswa Ratusan MiliarTancap Gas! Prabowo Perintahkan Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Pisah Total dari Pendis

​Membidik Afrika hingga Eropa

​Dengan jalur distribusi yang kini terbuka lebar di Kairo, literasi keislaman Indonesia diproyeksikan bakal merambah lebih jauh ke pasar Afrika dan Eropa.

Langkah progresif ini membuktikan bahwa kualitas intelektual tanah air kini semakin diperhitungkan dalam peta persaingan global.(*)

0 Komentar