CIREBONINSIDER.COM– Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat, memberikan “alarm” keras bagi dunia olahraga nasional.
Di tengah ekspektasi besar publik terhadap prestasi kilat, sang legenda bulu tangkis ini menegaskan bahwa fondasi atlet masa depan harus diletakkan pada tempat yang benar: akar rumput.
Pesan menohok ini disampaikan Taufik saat menghadiri puncak Milo National Championship 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (1/2) pagi.
Baca Juga:Kemenpora Cari Sosok Deputi Industri Olahraga, Komisi X DPR: Harus Relevan dan Berani Terobosan!Kemenpora All-Out: Gandeng Eks KPK & Danantara Cari Deputi Industri Olahraga, Profesional Bisa Daftar!
Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan membawa misi besar tentang transformasi pembinaan atlet di Indonesia.
Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Investasi Karakter
Berdiri di hadapan ribuan talenta muda, Taufik Hidayat tidak hanya bicara soal teknik mengolah bola. Baginya, turnamen kategori usia dini seperti U-10 dan U-12 adalah kawah candradimuka bagi mentalitas anak bangsa.
”Olahraga tidak bisa dibangun secara instan. Tidak ada jalan pintas. Semuanya harus dibangun secara bertahap dan sedari dini mulai dari akar rumput,” tegas Taufik dengan nada lugas.
Menurutnya, kesalahan fatal dalam sistem pembinaan selama ini adalah terlalu terobsesi pada skor akhir di usia dini. Padahal, pada level ini, nilai sportivitas dan disiplin jauh lebih berharga daripada sekadar trofi juara.
Menyaring 50 Ribu Talenta Nusantara
Event yang digelar berkat kolaborasi dengan Garuda Nusantara FC ini mencatatkan skala yang masif. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 50.000 anak dari berbagai daerah terlibat dalam seleksi ketat ini.
Taufik berharap model konsistensi seperti ini tidak berhenti di sepak bola saja, namun menular ke seluruh cabang olahraga (cabor) lainnya.
Poin Utama Pesan Wamenpora:
– Disiplin Tinggi: Kemenangan adalah bonus, karakter adalah yang utama.
– Mentalitas: Belajar mengenai arti sportivitas dan pantang menyerah.
– Keberlanjutan: Pembinaan harus menyentuh akar rumput secara merata.
Baca Juga:Lawan Eropa-Afrika, Erick Thohir: FIFA Series 2026 Jadi Ujian Mental dan Kualitas Timnas IndonesiaReshuffle Kabinet Jilid II: Erick Thohir Jadi Menpora, Gantikan Dito
“Mudah-mudahan anak-anak yang berkompetisi hari ini dapat belajar mengenai karakter. Menang dan kalah bukanlah hal yang utama, namun bagaimana pembentukan diri mereka sebagai atlet penerus bangsa,” tambahnya.Langkah Kemenpora menggandeng sektor swasta dalam skala masif menunjukkan pergeseran strategi pemerintah yang lebih kolaboratif di tahun 2026.
Dengan keterlibatan 50 ribu peserta, Indonesia membuktikan tidak kekurangan talenta. Tantangannya kini ada pada sistem transisi agar bakat-bakat ini tidak “layu sebelum berkembang” saat memasuki level profesional.
