CIREBONINSIDER.COM – Kursi panas Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi dilelang.
Langkah ini memicu perhatian serius dari Senayan, khususnya terkait kriteria pemimpin yang mampu mengubah wajah olahraga nasional menjadi mesin ekonomi baru bagi Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI, Ruby Chairani Syiffadia, menegaskan bahwa posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya ini adalah posisi yang sangat strategis.
Baca Juga:Kemenpora All-Out: Gandeng Eks KPK & Danantara Cari Deputi Industri Olahraga, Profesional Bisa Daftar!Dilantik Jadi Ketua KONI Kabupaten Cirebon 2025-2029, Wabup Jigus Target Lompatan Prestasi Olahraga
Menurutnya, Kemenpora tidak boleh sekadar melakukan pengisian jabatan formalitas. Melainkan harus menemukan sosok yang benar-benar paham denyut industri.
Menuntut Kompetensi di Atas Segalanya
Ruby menyambut positif langkah Kemenpora yang membuka ruang bagi tenaga profesional. Baginya, di era olahraga industri seperti saat ini, latar belakang yang relevan menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
”Bagi saya, selama orang tersebut profesional dan berkualitas, serta memang punya background yang relevan terhadap posisi yang dibutuhkan, menurut saya tidak ada masalah,” tegas politisi muda dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Ia menilai, industri olahraga memiliki ekosistem yang unik—mulai dari sponsorship, hak siar, hingga sport tourism.
Oleh karena itu, dibutuhkan sosok yang berani melakukan terobosan besar agar potensi besar Indonesia di bidang ini tidak layu sebelum berkembang.
Jangan Abaikan Sinergi dengan ASN
Meski mendorong masuknya darah segar dari kalangan profesional, Ruby memberikan catatan kritis.
Ia mewanti-wanti agar integrasi profesional luar tidak mematikan karier dan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mengabdi di internal Kemenpora.
Baca Juga:Ambisi Erick Thohir di Indonesia Sports Summit 2025: Produk Lokal Harus Naik Kelas, Investor Wajib MasukLawan Eropa-Afrika, Erick Thohir: FIFA Series 2026 Jadi Ujian Mental dan Kualitas Timnas Indonesia
”Menurut saya, apa yang dilakukan Kemenpora untuk seleksi posisi tersebut adalah terobosan baru dan harus diapresiasi. Namun yang pasti, meskipun menggunakan tenaga profesional, mereka harus bisa memberdayakan dan bersinergi dengan ASN yang ada,” tambahnya.
Baginya, kunci sukses dari deputi baru nantinya adalah kemampuan mengombinasikan kelincahan ala profesional dengan ketertiban administrasi birokrasi yang dikuasai oleh para ASN.
Pendaftaran Dibuka Besok: Cek Syaratnya!
Proses seleksi terbuka ini akan berlangsung dalam delapan tahapan ketat. Berdasarkan jadwal resmi, pengumuman detail persyaratan akan dirilis secara serentak pada 2 Februari 2026.
