Bahlil Pasang Badan, Pangkas Birokrasi demi Kejar Target Lifting Migas 2026

Bahlil-Lahadalia-Dialog-Forum-CEO-KKKS
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berdialog dengan CEO KKKS dalam Forum Awal Tahun 2026 di Jakarta, membahas percepatan izin dan target lifting migas nasional. Foto: Kementerian ESDM RI

CIREBONINSIDER.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya untuk menjadi “garda terdepan” dalam mengawal investasi hulu minyak dan gas bumi (migas).

Dalam forum strategis CEO Forum Awal Tahun 2026, Bahlil secara terbuka mengajak para bos Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk bersinergi tanpa sekat birokrasi yang kaku.

​Apresiasi “Pahlawan Lifting” 2025

​Membuka dialog, Bahlil memberikan apresiasi tinggi atas capaian industri hulu migas tahun lalu.

Baca Juga:Insiden Longsor Gunung Kuda Cirebon Telan 14 Korban Jiwa, ESDM Jabar Sebut Penyebab dan PeringatanPrabowo Lantik Dewan Energi Nasional 2026: Sinyal Kuat Stop Impor Solar via B50!

Di bawah tekanan tantangan global, Indonesia berhasil mencatatkan angka lifting minyak bumi sebesar 605.300 barel per hari (BOPD) pada akhir 2025.

​”Bapak Ibu pimpinan KKKS dan seluruh tim di lapangan adalah pahlawan lifting. Atas nama Pemerintah, saya berterima kasih atas kontribusi dan kerja keras Anda semua dalam menjaga denyut nadi energi nasional,” ujar Bahlil di hadapan para petinggi industri migas di Jakarta, Jumat (30/1).

​Menyatukan Irama Regulator dan Eksekutor

​Bahlil menekankan bahwa target besar di tahun 2026 hanya bisa dicapai jika ada harmonisasi antara Pemerintah sebagai regulator dan KKKS sebagai eksekutor lapangan.

Ia tidak ingin lagi mendengar ada proyek yang mandek hanya karena urusan administratif di atas kertas.

​”Kami ingin menyatukan irama. KKKS adalah ujung tombak di lapangan, sedangkan kami di Pemerintah bertugas memastikan jalan kalian mulus. Jangan sampai ritmenya berbeda,” tegasnya.

​Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian ESDM bersama SKK Migas berkomitmen melakukan pendampingan ketat.

Fokus utamanya adalah simplifikasi regulasi, meringkas jalur birokrasi, hingga mengawal percepatan perizinan yang melibatkan kementerian atau lembaga lain.

Baca Juga:Alarm KPK di Balik Megaproyek Energi AS Rp235 Triliun, Waspadai Celah Korupsi Penugasan KhususSumedang Pamer Kekuatan EBT dari Jatigede ke Tampomas, Siap Jadi Lumbung Energi Bersih Jabar

​Suara Industri: Kepastian adalah Kunci

​Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA), Kathy Wu, menyambut baik langkah progresif ini. Menurutnya, stabilitas regulasi saat proyek memasuki tahap operasi adalah proteksi paling berharga bagi investor.

​”Konsistensi peraturan sangat krusial bagi operasional kami. Kami siap mendukung penuh visi Astacita Pemerintah di sektor energi, selama ada ruang fokus pada pelaksanaan proyek tanpa hambatan regulasi yang berubah-ubah,” tutur Kathy.

​Senada dengan itu, Presiden ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan Pemerintah yang memungkinkan pihaknya mencapai produksi 15 ribu barel per hari. Namun, ia berharap proses perizinan ke depan bisa lebih “sat-set”.

0 Komentar