CIREBONINSIDER.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon melakukan pergerakan agresif di awal tahun 2026.
Bukan sekadar rapat koordinasi biasa, OJK kini “mengepung” Kabupaten Kuningan dengan strategi konsolidasi besar-besaran yang menyatukan Pemerintah Daerah dan seluruh industri perbankan.
Misinya satu: menciptakan ledakan akses penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama ini sering terhambat dinding birokrasi dan sekat informasi.
Baca Juga:Lompati Target! Bupati Kuningan Amankan Aset Daerah, Strategi 'Clean and Clear' 35 Ribu Bidang Tanah DimulaiTembus Target 118 Persen, Bupati Kuningan Jemput 63 Unit Alsintan Pusat, Perkuat Kedaulatan Pangan
Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, bersama Pj Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, di Pendopo Kuningan, Selasa (27/1/2026).
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa regulator tidak lagi menunggu di belakang meja, melainkan turun ke lapangan memastikan mesin ekonomi kerakyatan benar-benar panas.
Memutus Rantai “Ego Sektoral” Pembiayaan
Selama ini, UMKM sering terjebak dalam labirin permodalan yang rumit. OJK Cirebon menyadari bahwa tanpa sinergi, penyaluran kredit hanya akan menjadi angka di atas kertas tanpa dampak signifikan di akar rumput.
”OJK mendorong KUR sebagai kebijakan afirmatif yang nyata. Kita ingin pembiayaan UMKM tidak lagi berjalan parsial atau sendiri-sendiri. Harus terorkestrasi antara pemerintah daerah sebagai pemilik data dan perbankan sebagai penyalur modal,” tegas Agus Muntholib.
Menurutnya, forum ini adalah ruang dialog untuk memastikan setiap rupiah KUR yang keluar benar-benar mendarat di tangan pelaku usaha mikro yang produktif, bukan sekadar menggugurkan kewajiban penyaluran (target angka).
Sinergi Data: Kunci Modal Tepat Sasaran
Pj Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa Pemkab Kuningan siap menjadi mitra strategis dalam penyediaan data UMKM yang presisi. Langkah ini krusial untuk menekan risiko kredit macet sekaligus mempercepat proses verifikasi perbankan.
”UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat Kuningan. Kami berkomitmen memperkuat pendampingan usaha agar pembiayaan dari OJK dan perbankan ini menjadi daya ungkit, bukan beban bagi masyarakat,” ujar Dian.
Baca Juga:Dana KUR Melimpah, UMKM Kuningan Malah Terjepit Skor SLIK dan Rayuan PinjolSkandal Pembukuan KUR BRI: BAKN DPR Bongkar Temuan BPK Terkait Reversal Pendapatan
Analisis Progresif: Tiga Pilar Transformasi KUR 2026
Agar penyaluran modal tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, OJK Cirebon menginisiasi tiga poin transformasi utama:
1. Aksesibilitas Tanpa Sekat: Menghapus jarak antara bank dan pelaku usaha di pelosok desa melalui digitalisasi sistem dan aksi jemput bola ke lapangan.
