Kuningan 'Goes Tech': Ubah Aset Tidur Jadi Sawah Berbasis AI, Petani Digaji di Atas UMK

Kerja-Sama-Pengelolahan-Lahan-Pertanian-Kuningan
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama Direktur PT Rumah Tani Nusantara saat penandatanganan PKS pengelolahan lahan pertanian modern berbasis AI di Awirarangan. Foto: Humas Pemkab Kuningan

​Optimalisasi Aset untuk Kendalikan Inflasi

​Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan, Deden Kurniawan, merinci bahwa lahan yang dikerjasamakan mencakup 11,5 hektar sawah dan 5,8 hektar perkebunan yang tersebar di 7 kelurahan dan 2 desa.

Sistem sewa ini memberikan kepastian pemasukan kas daerah sebesar Rp160.032.250,00 per tahun.

​Pada tahap awal, pengelolaan lahan akan difokuskan pada komoditas padi dan jagung. Namun, ke depan, PT Rumah Tani Nusantara akan merambah ke komoditas hortikultura seperti cabai yang menjadi faktor utama pengendali inflasi daerah.

Baca Juga:Lompati Target! Bupati Kuningan Amankan Aset Daerah, Strategi 'Clean and Clear' 35 Ribu Bidang Tanah DimulaiTembus Target 118 Persen, Bupati Kuningan Jemput 63 Unit Alsintan Pusat, Perkuat Kedaulatan Pangan

​Bupati Dian pun menitipkan pesan agar aset ini dijaga ketat sesuai fungsinya. “Saya titip aset ini dijaga sesuai peruntukannya. Jangan sampai beralih fungsi menjadi hotel atau lainnya. Ini adalah benteng ketahanan pangan kita,” pungkasnya.

​Langkah berani Pemkab Kuningan ini diharapkan menjadi blueprint bagi daerah lain dalam mengelola aset daerah secara mandiri, teknologi-sentris, dan berpihak pada kesejahteraan petani.(*)

0 Komentar