Kuningan 'Goes Tech': Ubah Aset Tidur Jadi Sawah Berbasis AI, Petani Digaji di Atas UMK

Kerja-Sama-Pengelolahan-Lahan-Pertanian-Kuningan
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama Direktur PT Rumah Tani Nusantara saat penandatanganan PKS pengelolahan lahan pertanian modern berbasis AI di Awirarangan. Foto: Humas Pemkab Kuningan

​CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai melakukan langkah radikal untuk keluar dari tekanan fiskal dengan mengoptimalisasi aset daerah yang selama ini “tidur”.

Melalui kolaborasi strategis bersama PT Rumah Tani Nusantara, lahan seluas 17,3 hektar kini resmi dikelola secara profesional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini dilakukan langsung di lokasi lahan, Kelurahan Awirarangan, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga:Lompati Target! Bupati Kuningan Amankan Aset Daerah, Strategi 'Clean and Clear' 35 Ribu Bidang Tanah DimulaiTembus Target 118 Persen, Bupati Kuningan Jemput 63 Unit Alsintan Pusat, Perkuat Kedaulatan Pangan

Momentum ini menandai pergeseran paradigma birokrasi dari sekadar pengelola administrasi menjadi penggerak ekonomi yang progresif.

​Birokrasi ‘Without the Box’ dan Pemulihan Fiskal

​Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar mengejar angka sewa lahan. Ia menyebutnya sebagai gerakan “Transformasi Entrepreneur” di tubuh pemerintahan untuk menghidupkan kembali aset produktif yang sempat terabaikan.

​“Hari ini kita membuktikan bahwa pertanian bisa dikelola secara profesional. Kita sedang memasuki momentum transformasi birokrasi berjiwa entrepreneur. Ini bukan lagi out of the box, tapi without the box,” tegas Dian dengan nada optimis.

​Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa kondisi keuangan daerah mulai pulih. Dian menyatakan bahwa fase berat “badai keuangan” dan isu gagal bayar telah berhasil diatasi, sehingga fokus kini beralih pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program yang nyata.

​Digitalisasi Sawah: Petani Lokal Jadi Karyawan Profesional

​Bukan sekadar tanam-petik konvensional, kolaborasi ini membawa misi modernisasi sektor agraris. Direktur PT Rumah Tani Nusantara, Bahtiar—entrepreneur muda asli Kuningan—mengungkapkan visinya untuk mengubah wajah pertanian menjadi sektor yang menjanjikan bagi generasi muda.

​Salah satu poin paling progresif dalam kerja sama ini adalah skema kesejahteraan petani. Sekitar 40 hingga 50 petani lokal yang terlibat tidak lagi bekerja dengan sistem bagi hasil yang tidak menentu, melainkan direkrut sebagai karyawan profesional.

​“Petani Kuningan harus keren dan modern. Mereka akan kami jadikan karyawan dan digaji, bahkan di atas UMK. Kami juga akan memasukkan teknologi Precision Farming berbasis AI. Jadi, kontrol lahan bisa dilakukan jarak jauh dan terukur,” jelas Bahtiar.

0 Komentar