Insiden Atap Disnaker Cirebon: 'Bom Waktu' di Balik Salah Pilih Material Bangunan

Kantor-Disnaker-Kota-Cirebon-Ambruk
Puing bangunan Kantor Disnaker Kota Cirebon yang ambruk akibat hujan ekstrem, memperlihatkan kegagalan struktur baja ringan dan genteng tanah liat. Foto DPRD Kota Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Sebuah “alarm” keras bagi keamanan infrastruktur publik di Kota Cirebon baru saja berbunyi. Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon ambruk setelah dihantam curah hujan ekstrem pada Selasa (27/1/2026).

​Namun, di balik reruntuhan itu, terungkap fakta teknis yang lebih mengkhawatirkan daripada sekadar faktor cuaca: kegagalan sistemik pada struktur bangunan.

​Komisi II DPRD Kota Cirebon yang turun langsung ke lokasi mencatat adanya ketidaksesuaian fatal pada gedung yang telah berdiri selama 19 tahun tersebut. Insiden ini kini menjadi sorotan tajam terkait standar keamanan gedung pemerintahan di Kota Udang.

Baca Juga:Kota Cirebon Darurat Bangunan Liar, Komisi I DPRD Perintahkan Lurah Sisir Bantaran SungaiCirebon Kini 'Migrasikan' Sejarah ke Ruang Digital, Wali Kota: Hapus Ego Sektoral!

Anomali Baja Ringan: Memikul Beban yang Salah

​Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah (Andru), mengungkapkan bahwa atap bangunan ini adalah hasil “perkawinan paksa” antara material modern dan tradisional yang tidak diperhitungkan secara presisi.

​”Baja ringan yang dipasang sejak rehabilitasi 2007 ternyata dipaksa memikul beban genteng tanah liat yang sangat berat. Ditambah usia bangunan yang menua, ini adalah bom waktu yang akhirnya meledak karena tekanan hujan,” tegas Andru.

​6 Ruangan Hancur, Keselamatan ASN Jadi Taruhan

​Insiden ini menghancurkan sedikitnya enam area vital, mulai dari ruang kelas pelatihan ketenagakerjaan hingga ruang staf.

Meski tidak ada korban jiwa, Komisi II memberikan peringatan keras (warning) pada gedung lama berbentuk letter L yang masih berdiri di area yang sama.

​Andru menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berjudi dengan nyawa aparatur sipil negara (ASN). Ia mendesak Dinas PUPR segera melakukan audit kelayakan bangunan secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan kosmetik atau tambal sulam genteng.

​Strategi Penyelamatan: Dana BTT dan Opsi Relokasi ke Mal

​Sebagai langkah taktis agar pelayanan publik tidak lumpuh, DPRD mendorong dua solusi progresif:

– ​Akselerasi Dana BTT: Mengingat kerusakan akibat bencana cuaca, perbaikan didorong menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memangkas birokrasi anggaran yang berbelit.

Baca Juga:Cirebon Raih UHC Awards 2026: Saat Hak Sehat Bukan Lagi Mewah tapi Nyata bagi 99% WargaEra Baru Aset Cirebon: Wali Kota Kaji Opsi Kendaraan Listrik dan Sistem Sewa

– ​Wacana Kantor di Grage City Mall: DPRD membuka opsi pemindahan aktivitas kantor sementara ke Grage City Mall (GCM) atau eks kantor DPMPTSP di kawasan Kebumen demi menjamin rasa aman staf dan masyarakat.

0 Komentar