Cirebon Digital 2025: Akses Internet Melaju Pesat, Pemberdayaan Masih Tertinggal

Cirebon-Digital-2025-Maju-Pesat-Pemberdayaan-Minim
Aktivitas masyarakat Kabupaten Cirebon menggunakan perangkat digital dengan latar belakang infrastruktur daerah, mencerminkan kenaikan IMDI 2025. Foto Humas Pemkab Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM – Transformasi digital di Kabupaten Cirebon tengah berada di persimpangan jalan yang menjanjikan. Laporan terbaru Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 menunjukkan lonjakan signifikan ke angka 49,34.

Meski kini menyandang status kategori “Tinggi”, terdapat anomali menarik antara kesiapan teknologi dan pemanfaatannya oleh masyarakat.

​Anatomi Skor: Infrastruktur Jadi ‘Tulang Punggung’

​Data IMDI 2025 mengonfirmasi bahwa fondasi digital Cirebon kian kokoh. Pilar Infrastruktur dan Ekosistem Digital mencatatkan angka 63,55, naik kelas dari posisi 59,77 di tahun sebelumnya.

Baca Juga:Cirebon Kini 'Migrasikan' Sejarah ke Ruang Digital, Wali Kota: Hapus Ego Sektoral!Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp769,1 T: Taruhan Digitalisasi dan Akhir Era 'Guru Honorer Terabaikan'?

​Capaian ini bukan sekadar angka; ini adalah sinyal bahwa akses perangkat dan stabilitas jaringan di pelosok Cirebon sudah melampaui standar rata-rata.

Hal ini berbanding lurus dengan keterampilan digital masyarakat yang kini menyentuh skor 56,96, menandakan warga Cirebon semakin lihai mengoperasikan instrumen teknologi dalam keseharian.

​Paradoks Pemberdayaan: Tantangan di Balik Layar

​Namun, tantangan besar membayangi di sisi pemanfaatan produktif. Meski mengalami kenaikan eksponensial dari tahun 2024 (22,70), Pilar Pemberdayaan Digital saat ini masih tertahan di angka 35,51.

​Kesenjangan ini menunjukkan pola yang jelas: masyarakat Cirebon sudah “melek” internet, namun belum sepenuhnya mampu mengonversi konektivitas tersebut menjadi nilai ekonomi atau pemberdayaan sosial yang masif. Kondisi ini dipertegas oleh Pilar Pekerjaan Digital yang merangkak di angka 41,75.

​”Kenaikan IMDI adalah bukti evolusi, namun pekerjaan rumah sesungguhnya adalah mengubah pengguna internet pasif menjadi aktor digital yang produktif.”

​Strategi Progresif Menuju 2026

​Peningkatan nilai di hampir seluruh pilar mencerminkan keberhasilan penguatan ekosistem digital yang mulai membuahkan hasil.

Untuk menjaga momentum ini tetap kompetitif, kebijakan ke depan perlu bergeser dari sekadar pengadaan fisik menuju:

– ​Inkubasi Bisnis Lokal: Mendorong UMKM naik kelas lewat ekosistem e-commerce.

– ​Upskilling Sektor Formal: Menyelaraskan kurikulum lokal dengan kebutuhan industri digital.

Baca Juga:Efisiensi Anggaran, DPRD Cirebon Kawal Proyek Jalur Belawa dan Normalisasi Sungai LemahabangLawan Stigma TPAS: Ambisi Kubangdeleg Cirebon Ubah Jalur Sampah Jadi Destinasi Wisata

– ​Literasi Produktif: Mengedukasi masyarakat agar internet menjadi alat produksi, bukan sekadar konsumsi.

​Transformasi digital Kabupaten Cirebon bukan lagi tentang “kapan” akses tersedia, melainkan tentang “bagaimana” akses tersebut mengubah nasib warganya.(*)

0 Komentar