25 Korban Longsor Cisarua Masih Hilang: Evakuasi di Pasirlangu Masuki Babak Penentuan

Tim-SAR-Cari-Korban-Longsor-Cisarua
Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi besar-besaran di hari ketujuh pasca longsor Desa Pasirlangu Cisarua Bandung Barat. Foto: Humas Bappeda Jabar

CIREBONINSIDER.COM – Di bawah bayang-bayang langit Pasirlangu yang kelabu, waktu seolah berjalan lebih cepat bagi tim penyelamat.

Memasuki akhir pekan, Sabtu (31/1/2026), duka di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), belum juga reda.

Meski 41 jenazah telah berhasil diidentifikasi, misteri nasib 25 korban lainnya masih terhimpit di bawah jutaan ton material bumi.

Baca Juga:Strategi Radikal Mentan Amran di Cisarua: Ubah Lereng Maut Jadi Sabuk Hijau Bernilai EkonomiStrategi "Twin-Track" di Longsor Cisarua: Integrasi Satelit Orbit Rendah dan Mitigasi Trauma

​Pacuan Adrenalin di Atas Tanah Jenuh

​Hingga memasuki babak akhir pekan ini, operasi SAR bukan lagi sekadar misi pencarian, melainkan pertaruhan nyawa.

Sebelumnya, pada penutupan fase pertama pencarian, kantong jenazah terus dievakuasi dari dekapan lumpur untuk diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar yang bekerja tanpa henti di posko identifikasi.

​Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengungkapkan bahwa medan di Desa Pasirlangu saat ini masih berada dalam kondisi “siaga penuh”.

​”Kami bekerja di atas tanah yang sudah jenuh air. Jarak pandang terbatas dan hujan tidak menentu. Setiap detik, potensi longsor susulan mengintai di depan mata,” ujar Ade.

Instruksi tegas tetap diberlakukan: jika hujan menderas, seluruh personel wajib ditarik mundur demi keselamatan tim.

​Sains di Balik Identifikasi: Melawan Waktu

​Seiring bertambahnya waktu, tantangan medis kian berat. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengakui adanya perubahan fisik pada jenazah yang ditemukan seiring durasi tertimbun yang cukup lama. Namun, sains tetap menjadi harapan bagi keluarga korban.

​“Tim DVI tetap optimis. Melalui pemeriksaan sidik jari dan pencocokan ciri khusus, identitas para korban akan terus kita upayakan hingga tuntas,” tegas Hendra.

Baca Juga:KDM Instruksikan Lereng Cisarua Jadi Hutan: Warga Direlokasi, Sayur Tak Lagi Boleh DitanamOperasi SAR 24 Jam di Cisarua: Menko PMK Kerahkan 5 Klaster Prioritas demi Selamatkan 83 Korban Longsor

​Hasil Evaluasi Hari Ketujuh: Strategi Baru

​Skala bencana yang masif ini telah memicu solidaritas nasional dengan hadirnya personel tambahan dari Basarnas Lampung dan bantuan 17 unit alat berat.

​Setelah melewati fase kritis tujuh hari yang jatuh pada Jumat (30/1/2026) kemarin, tim SAR gabungan telah melakukan evaluasi total.

Sabtu (31/1/2026) ini menjadi momentum penentuan bagi petugas di lapangan untuk menerapkan strategi baru.

Keputusan untuk tetap melanjutkan pencarian menjadi angin segar bagi keluarga korban, meski harus berhadapan dengan risiko cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda kawasan Bandung Barat dalam beberapa hari ke depan.(*)

0 Komentar