Tanggul Cimanuk Kritis, Pemkab Indramayu Gerak Cepat Amankan Pasokan Logistik Korban Banjir

Logistik-Korban-Banjir-Indramayu
Petugas Dinsos Indramayu menyalurkan bantuan logistik makanan dan selimut untuk korban banjir luapan Sungai Cimanuk Januari 2026. Foto: Humas Pemkab Indramayu

​CIREBONINSIDER.COM – Cuaca ekstrem yang menghantam wilayah Pantura memaksa Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah darurat.

Merespons jebolnya pertahanan air di titik-titik kritis sepanjang Sungai Cimanuk, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu mulai membanjiri wilayah terdampak dengan bantuan logistik dan personel Tagana, Rabu (28/1/2026).

​Langkah ini diambil menyusul curah hujan tinggi yang membuat debit air sungai meluap secara agresif ke permukiman warga sejak Selasa kemarin.

Baca Juga:Darurat Banjir Indramayu: Pemkab Bongkar Paksa Penyumbat Drainase dan Bangun Sodetan PatayaSinyal Darurat Cimanuk: Ribuan Warga Indramayu Terpunggung Banjir, Tanggul Jebol Jadi Alarm Keras

​Intervensi Cepat di Titik Rawan

​Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Waskam, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan rantai pasok kebutuhan dasar tidak terputus. Terutama bagi warga yang bertahan di rumah maupun di titik pengungsian.

​”Kami tidak ingin ada jeda. Begitu air meluap, logistik harus sudah sampai. Beras, makanan siap saji, mi instan, hingga perlengkapan keluarga seperti selimut sudah kami distribusikan melalui koordinasi tingkat kecamatan dan desa,” tegas Waskam.

​Strategi Dapur Umum dan Perlindungan Kelompok Rentan

​Bukan sekadar membagi paket sembako, Pemkab Indramayu juga mengaktifkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mendirikan dapur umum mandiri. Hal ini bertujuan untuk menjamin asupan nutrisi bagi kelompok paling berisiko.

​”Asupan makanan sehat adalah prioritas, terutama untuk anak-anak dan lansia yang rentan terserang penyakit pascabencana. Dapur umum memastikan makanan yang dikonsumsi higienis dan hangat,” tambah Waskam.

​Siaga 24 Jam: Mitigasi di Sepanjang Aliran Cimanuk

​Mengingat status Sungai Cimanuk yang masih fluktuatif, petugas gabungan dari BPBD Indramayu, Dinsos, dan TNI/Polri melakukan pemantauan intensif di sepanjang bantaran sungai.

Masyarakat diminta tetap waspada namun tenang, serta segera melapor jika melihat adanya rembesan atau keretakan baru pada tanggul.

​Aksi tanggap darurat ini diharapkan mampu menekan risiko dampak sosial dan kesehatan, sembari pemerintah melakukan evaluasi terhadap infrastruktur tanggul yang kian kritis di tengah musim penghujan tahun ini.(*)

0 Komentar