Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional 2026: Sinyal Kuat Stop Impor Solar via B50!

Pelantikan-Anggota-DEN-2026-2030
Presiden Prabowo Subianto melantik Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026-2030 di Istana Negara Jakarta untuk perkuat kedaulatan energi. Foto: Kepresidenan RI

​CIREBONINSIDER.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi memancangkan tonggak baru kedaulatan energi Indonesia.

Di Istana Negara, Rabu (28/1/2026), Presiden melantik jajaran keanggotaan Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026-2030.

​Langkah strategis ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah “perintah operasi” untuk menghentikan ketergantungan pada energi fosil melalui Senjata Hijau dari sektor agraris.

Baca Juga:Alarm KPK di Balik Megaproyek Energi AS Rp235 Triliun, Waspadai Celah Korupsi Penugasan KhususSumedang Pamer Kekuatan EBT dari Jatigede ke Tampomas, Siap Jadi Lumbung Energi Bersih Jabar

Pelantikan ini mengacu pada dua landasan hukum utama: Keppres Nomor 6/P Tahun 2026 (Unsur Pemerintah) dan Keppres Nomor 134/P Tahun 2025 (Unsur Pemangku Kepentingan).

​Orkestrasi Kabinet Merah Putih di Sektor Energi

​Struktur DEN 2026-2030 kini tampil lebih solid. Di bawah kepemimpinan langsung Presiden Prabowo sebagai Ketua dan Wapres Gibran Rakabuming sebagai Wakil Ketua, kabinet bergerak dalam satu komando.

​Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memegang kendali sebagai Ketua Harian, didampingi tujuh menteri strategis mulai dari sektor Keuangan hingga Sains dan Teknologi.

Kombinasi ini menegaskan bahwa kebijakan energi ke depan akan “dikepung” dari tiga sisi: kekuatan fiskal, penguasaan teknologi, dan kelestarian lingkungan.

​Fokus Utama: Swasembada Tanpa Intervensi

​Dalam sumpahnya, para anggota DEN berkomitmen menjalankan amanat konstitusi demi dharma bakti bangsa. Presiden Prabowo menitipkan Empat Mandat Keramat untuk segera dieksekusi:

1. ​Kedaulatan Energi: Menghapus intervensi asing dalam kebijakan domestik.

2. ​Ketahanan Energi: Mempertebal cadangan nasional hingga durasi tiga bulan.

3. ​Kemandirian Energi: Memaksimalkan pemanfaatan kekayaan alam lokal.

4. ​Swasembada Energi: Menciptakan surplus energi bersih secara berkelanjutan.

​Sektor Pertanian Jadi “Penyelamat” Devisa

​Kejutan menarik datang dari sektor pangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang kini resmi menjadi anggota DEN, menegaskan bahwa lahan pertanian akan menjadi “sumur minyak” masa depan Indonesia.

​”Tahun ini kita targetkan tidak ada lagi impor solar. Kita masuk ke B50,” tegas Mentan Amran usai upacara pelantikan.

Baca Juga:Transformasi Pertanian di Indramayu: Sinergi Energi dan PanganAksi Climate Rangers di PLTU Cirebon, Tuntut Lingkungan Bersih dan Energi Berkelanjutan

​Ia memaparkan bahwa hilirisasi komoditas seperti kelapa sawit (CPO), tebu, hingga singkong akan diakselerasi menjadi biofuel.

Strategi ini diyakini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat daya saing nasional di kancah global melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan.

​Daftar Lengkap Entitas Dewan Energi Nasional (2026-2030)

0 Komentar