Cirebon Kini 'Migrasikan' Sejarah ke Ruang Digital, Wali Kota: Hapus Ego Sektoral!

Effendi-Edo
Wali Kota Cirebon Effendi Edo menandatangani komitmen SIKN JIKN didampingi Direktur ANRI Rudi Anton di Sekretariat Daerah. Foto Humas Pemkot Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Pemerintah Kota Cirebon resmi menabuh genderang transformasi digital di sektor kearsipan.

Lewat penandatanganan komitmen percepatan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), Rabu (28/1), Cirebon bertekad mengamankan aset sejarahnya agar tak lekang oleh waktu.

​Langkah ini bukan sekadar seremoni administratif. Di hadapan Direktur Informasi Kearsipan ANRI, Rudi Anton, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan bahwa integrasi data adalah harga mati bagi birokrasi yang modern.

Baca Juga:Cirebon Darurat Trotoar: Wali Kota Effendi Edo Ultimatum Pengusaha, Sikat Parkir Liar dalam 7 Hari!Tok! UMK Kota Cirebon 2026 Naik Jadi Rp2,87 Juta: Menguji Nyali Daya Beli di Tengah Tren Ekonomi Baru

​Melawan Lupa dengan Teknologi

Effendi Edo menyoroti fenomena “arsip berdebu” yang selama ini terjebak di gudang-gudang perangkat daerah. Menurutnya, di era keterbukaan informasi, arsip statis harus bertransformasi menjadi data yang “berbicara” dan mudah diakses.

​”Arsip adalah identitas. Melalui portal nasional yang dikelola ANRI, kita memastikan memori kolektif Kota Cirebon tidak hanya tersimpan, tapi juga bisa diakses cepat oleh masyarakat hingga peneliti,” ujar Effendi.

​Instruksi Tegas: Jangan Ada Ego Sektoral

Menariknya, Wali Kota memberikan “warning” keras kepada seluruh kepala dinas. Ia menginstruksikan penghentian ego sektoral dalam pengelolaan data.

Baginya, kualitas data yang diinput ke sistem nasional adalah cermin profesionalitas ASN Kota Cirebon di mata pusat.

​”Integrasi ini kerja kolektif. Saya minta seluruh perangkat daerah mendukung penuh Dispusip dalam akuisisi arsip statis,” tambahnya.

​Cirebon Sebagai Simpul Nasional

Apresiasi datang dari Direktur Informasi Kearsipan ANRI, Rudi Anton. Ia menilai Cirebon memiliki nilai historis yang krusial bagi narasi sejarah nasional.

SIKN dan JIKN akan bertindak sebagai “brankas digital” yang terverifikasi dan aman dari risiko kehilangan fisik.

Baca Juga:Era Baru Aset Cirebon: Wali Kota Kaji Opsi Kendaraan Listrik dan Sistem SewaWajah Baru Sukalila: Pemkot Cirebon Mulai Operasi Besar Normalisasi Jantung Kota

​Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon tengah memacu proses digitalisasi dokumen penting di tiap lini. Targetnya jelas: menjadikan Cirebon sebagai salah satu simpul jaringan kearsipan terbaik di Indonesia.(*)

0 Komentar