Strategi "Twin-Track" di Longsor Cisarua: Integrasi Satelit Orbit Rendah dan Mitigasi Trauma

Internet-Satelit-Lokasi-Longsor-Cisarua
Perangkat internet satelit Diskominfo Jabar di lokasi bencana longsor Cisarua untuk koordinasi data. Foto: Bappeda Jabar

CIREBONINSIDER.COM– Memasuki hari ketiga pascabencana, penanganan longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini beralih ke mode High-Tech & High-Touch.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya mengerahkan teknologi satelit untuk memacu operasi SAR, tetapi juga memulai operasi “penyembuhan luka dalam” bagi 105 pengungsi.

​Jembatan Digital di Medan Terisolasi

​Akses komunikasi yang sempat lumpuh di titik nol bencana kini dipulihkan melalui skema Resiliensi Digital.

Baca Juga:Operasi SAR 24 Jam di Cisarua: Menko PMK Kerahkan 5 Klaster Prioritas demi Selamatkan 83 Korban LongsorKPK Kawal Aset Negara dan Konservasi Lingkungan di Jabar, Kunci Mitigasi Bencana Banjir dan Longsor

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar menempatkan dua unit perangkat internet satelit guna menjamin alur data dari lapangan ke pusat komando (Command Center) tetap real-time.

​Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, mengungkapkan bahwa stabilitas sinyal adalah kunci kecepatan evakuasi.

“Kami memastikan tidak ada blank spot untuk koordinasi. Selain internet, pemetaan berbasis drone sedang bekerja mengekstrak data spasial sebagai landasan kebijakan gubernur dalam langkah rekonstruksi ke depan,” ujar Adi, Senin (26/1/2026).

​Langkah ini menjadikan Desa Pasirlangu sebagai pusat informasi terpadu, mencegah simpang siur data korban di tengah situasi darurat.

​Memulihkan “Luka Tak Berdarah”

​Di balik deru mesin alat berat, upaya kemanusiaan menyentuh aspek psikologis. Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dari Dinas Sosial Jabar mulai melakukan screening ketat terhadap 105 penyintas di GOR Desa Pasirlangu.

​Ketua Tim Pelayanan dan Pemulihan Sosial, Rudy, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan instrumen SRQ-20 (Self Reporting Questionnaire) untuk mendeteksi gangguan kecemasan dan potensi Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

​”Kami bergerak cepat agar trauma tidak mengakar. Mulai dari remaja hingga lansia, kondisi mental mereka dipantau secara simultan oleh tim gabungan Dinkes Jabar dan akademisi Unjani,” kata Rudy.

Baca Juga:Wakil Wali Kota Cirebon Kunjungi Keluarga Korban Longsor Argasunya, Bawa Bantuan dan Pesan Jaga LingkunganNegara 'Gaji' Petani Korban Bencana: Strategi Mentan Amran Pulihkan 98 Ribu Hektare Sawah di Sumatera

​Update Evakuasi: 34 Kantong Jenazah Terkumpul

​Sementara itu, operasi pencarian fisik terus menunjukkan progres yang memilukan. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengonfirmasi adanya tambahan sembilan kantong jenazah yang dievakuasi pada hari ketiga.

​Secara akumulatif sejak Sabtu (24/1), total kantong jenazah yang diserahkan ke tim DVI Polda Jabar mencapai 34 kantong. Ada 17 Jenazah yang telah berhasil diidentifikasi. Operasi ditargetkan 14 hari masa tanggap darurat.

0 Komentar