CIREBONINSIDER.COM – Tragedi longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menjadi titik balik kebijakan ekologi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), secara tegas memutuskan untuk merelokasi total pemukiman warga di zona merah dan mengubah fungsi lahan tersebut menjadi hutan lindung.
Langkah berani ini diambil setelah KDM meninjau langsung lokasi bencana pada Sabtu (24/1/2026). Ia menyoroti fenomena “kebun sayur maut” di atas perbukitan yang dituding sebagai pemicu utama rapuhnya struktur tanah.
Baca Juga:Operasi SAR 24 Jam di Cisarua: Menko PMK Kerahkan 5 Klaster Prioritas demi Selamatkan 83 Korban LongsorKPK Kawal Aset Negara dan Konservasi Lingkungan di Jabar, Kunci Mitigasi Bencana Banjir dan Longsor
Anatomi Bahaya: Akar Sayur vs Fondasi Lereng
Dari hasil pantauan udara dan lapangan, KDM menemukan fakta bahwa lereng curam di wilayah tersebut telah kehilangan vegetasi keras.
Sejauh mata memandang, hanya terlihat tanaman sayur yang secara ekonomi menguntungkan, namun secara ekologis membahayakan nyawa.
”Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini harus direlokasi karena potensi longsor sangat tinggi,” ujar KDM dengan nada tegas.
Menurutnya, membiarkan masyarakat tetap tinggal di sana sama saja dengan membiarkan mereka hidup dalam ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.
Skema Mitigasi: Jaminan Hidup Rp10 Juta per KK
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak sekadar mengusir, namun memberikan solusi transisi bagi warga terdampak. KDM menginstruksikan skema bantuan darurat yang meliputi:
– Subsidi Hunian Sementara: Bantuan Rp10 juta per KK diberikan untuk biaya kontrak rumah selama dua bulan dan biaya hidup harian.
– Santunan Duka: Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga akibat musibah ini, diberikan santunan sebesar Rp25 juta per KK.
Baca Juga:Wakil Wali Kota Cirebon Kunjungi Keluarga Korban Longsor Argasunya, Bawa Bantuan dan Pesan Jaga LingkunganNegara 'Gaji' Petani Korban Bencana: Strategi Mentan Amran Pulihkan 98 Ribu Hektare Sawah di Sumatera
– Restorasi Lingkungan: Fokus jangka panjang adalah menghijaukan kembali Cisarua dengan pohon berakar kuat guna mengunci struktur tanah perbukitan.
Operasi Pencarian Maksimal
Hingga saat ini, mesin-mesin berat dan personel terus bekerja di tengah sisa material tanah.
Fokus utama tim gabungan—yang melibatkan BPBD Jabar, BPBD KBB, TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan—adalah mencari korban yang diduga masih tertimbun.
Pesan KDM jelas: Bencana ini harus menjadi yang terakhir. Relokasi dan pemulihan hutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menyelamatkan nyawa di masa depan.(*)
