Indramayu Dikepung Banjir, Bupati Lucky Hakim Instruksikan Proyek Tanggul 13 KM Mulai Februari

Lucky-Hakim-Tinjau-Korban-Banjir
Bupati Indramayu Lucky Hakim didampingi BPBD dan perwakilan BBWS saat meninjau kondisi pintu air yang rawan jebol di Bendungan Karet Lohbener. Foto: Humas Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM – Menghadapi kepungan banjir yang melanda sejumlah titik, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengambil langkah progresif. Bukan sekadar meninjau, Lucky menginstruksikan percepatan proyek infrastruktur permanen berupa pemasangan pancang tanggul sepanjang 13 kilometer yang dijadwalkan mulai eksekusi Februari mendatang.

​Langkah ini diambil menyusul kondisi kritis di lapangan akibat kombinasi curah hujan tinggi, luapan sungai, serta fenomena banjir rob yang merendam pemukiman warga sejak Sabtu malam.

​Respons Cepat di Titik Kritis

​Pada Minggu (25/1/2026), Lucky Hakim menyisir wilayah terdampak, mulai dari Desa Pabean Ilir (Kecamatan Pasekan), Desa Rambatan Kulon, hingga Desa Bugel (Kecamatan Patrol).

Baca Juga:Atasi Banjir Tahunan Kalijaga, Pemkot Cirebon dan BBWS Permanenkan Normalisasi Sungai CikenisCirebon Darurat Banjir: 24 Desa Terendam, Jalur Utama Lumpuh, hingga Gudang Surya Toserba Jebol

Di Pabean Ilir, bupati mendapati genangan air tertahan akibat minimnya jalur pembuangan alami.

​”Kita tidak bisa menunggu lama. Pompa penyedot kapasitas besar harus segera didatangkan. Target saya, besok penyedotan sudah mulai berjalan untuk menguras genangan di pemukiman,” ujar Lucky Hakim di hadapan warga yang terdampak.

​Kolaborasi Lintas Otoritas

​Dalam peninjauan di Pintu Air Bendungan Karet, Kecamatan Lohbener, Lucky Hakim melibatkan otoritas terkait seperti BBWS Cimanuk Cisanggarung dan DPRD Provinsi Jawa Barat. Kehadiran legislator Fraksi NasDem, Sri Wahyuni Utami Herman, menegaskan bahwa penanganan banjir Indramayu adalah agenda prioritas lintas sektoral.

​Lucky membedah masalah geografis Indramayu yang berada di wilayah hilir. Tekanan air dari pegunungan (hulu) yang bertemu dengan pasang air laut (rob) membuat posisi Indramayu sangat rentan.

​”Solusi permanen sudah dikontrakkan. Februari hingga Maret nanti, kita pasang pancang sepanjang 13 kilometer di titik-titik rawan. Ini adalah ‘benteng’ yang kita siapkan agar warga tidak terus-menerus waswas saat hujan turun,” ungkap Lucky.

​Kritik dan Edukasi Warga

​Menutup rangkaian peninjauan di Desa Bugel, Lucky Hakim menyelipkan pesan kuat dengan ritme yang tegas. Ia menyoroti perilaku kolektif yang kerap menjadi “bom waktu” bagi sistem drainase.

​“Pemerintah membangun, tapi masyarakat yang menjaga. Jangan lagi ada gorong-gorong yang ditutup atau sungai yang dijadikan tempat sampah. Ini kerja kolaborasi; infrastruktur hebat sekalipun akan kalah oleh tumpukan sampah,” tuturnya dengan nada lugas.

0 Komentar