​CIREBONINSIDER.COM – Kabar segar bagi para profesional dan birokrat progresif. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi krusial: Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
​Langkah ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Dengan melibatkan “Dream Team” panitia seleksi (Pansel) dari lintas sektor—mulai dari pakar hukum legendaris hingga arsitek investasi negara—Kemenpora sedang mengirim pesan serius: Industri olahraga Indonesia siap bertransformasi menjadi mesin ekonomi baru.
​Visi ‘CEO’ di Balik Kursi Deputi
​Mengapa posisi ini begitu seksi? Berbeda dengan birokrasi kaku, jabatan Deputi Industri Olahraga kali ini dirancang untuk sosok yang mampu berpikir layaknya CEO.
Baca Juga:Ambisi Erick Thohir di Indonesia Sports Summit 2025: Produk Lokal Harus Naik Kelas, Investor Wajib MasukLawan Eropa-Afrika, Erick Thohir: FIFA Series 2026 Jadi Ujian Mental dan Kualitas Timnas Indonesia
Kemenpora membuka pintu bagi ASN maupun non-ASN (profesional) untuk menyuntikkan inovasi pada ekosistem olahraga nasional.
​Targetnya jelas: mengubah prestasi menjadi nilai ekonomi yang mandiri dan kompetitif di kancah global.
​Integritas tanpa Celah: Profil 5 ‘Penjaga Gawang’ Pansel
​Berdasarkan Keputusan Menpora RI Nomor 207 Tahun 2025, proses kurasi kandidat akan dikawal oleh lima tokoh dengan reputasi “beton” untuk menjamin objektivitas:
1. ​Gunawan Suswantoro (Ketua Pansel/Sesmenpora): Sang dirigen yang membawa Kemenpora meraih triple-crown penghargaan di 2025 (Rexa Banda, Government Social Media Awards, dan Arkaya Wiwarta). Ia menjamin seleksi ini berjalan di atas koridor transparansi total.
2. ​Chandra Hamzah (Eks Komisioner KPK): Kehadiran pendekar hukum pendiri PSHK ini adalah jaminan mutu. Sebagai pemegang empat lisensi hukum sekaligus, Chandra akan membedah integritas dan kepatuhan regulasi setiap calon.
3. ​Rabin Indrajad Hattari (Komisaris Utama BPI Danantara): Mantan analis World Bank dan IMF ini akan menguji visi komersialisasi kandidat. Perannya di Danantara sangat krusial untuk melihat potensi investasi olahraga di level makro.
4. ​Susyanto (Eks Sekretaris Kementerian BUMN): Pakar manajemen aset dan transformasi BUMN. Ia bertugas mencari kandidat yang piawai mengelola kekayaan negara (aset olahraga) agar lebih produktif dan tidak membebani APBN.
Baca Juga:Diplomasi Trofi: Mengapa FIFA Kini Menaruh Kepercayaan Penuh pada Indonesia? Ini JawabannyaWow! Ranking FIFA Timnas Indonesia Melesat 4 Tingkat
5. ​Amperawan (Deputi Sekretariat Dukungan Kabinet, Setneg): Sosok kunci di lingkaran Istana ini bertugas memastikan visi kandidat selaras dengan prioritas pembangunan manusia dan ekonomi nasional.
