Mentan Amran-Polri Tabuh Genderang Perang: Mafia Pangan Menjelang Ramadan 2026 Terancam Pidana Mati?

Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto: dok kementerian pertanian.

​”Jangan ganggu hak hidup rakyat, apalagi di bulan suci. Saya instruksikan: jangan hanya diberi peringatan. Langsung tindak, cabut izin usahanya, dan pidanakan! Kita tidak boleh kompromi dengan mereka yang memeras keringat rakyat demi keuntungan pribadi,” seru Amran.

​Anomali Harga: Stok Melimpah, Spekulan Terjepit

​Pemerintah membedah data aktual untuk mematahkan narasi “kelangkaan” yang kerap dimainkan spekulan. Secara faktual, ketahanan pangan Indonesia sedang berada di titik aman:

– ​Cadangan Beras Nasional: Saat ini menyentuh 3,3 juta ton, diproyeksikan melonjak ke 5–6 juta ton pada puncak panen raya Mei–Juli 2026.

Baca Juga:Strategi PAD 2026: Pemprov Jabar Audit Ulang Aset Raksasa, Hotel Pullman hingga Lapangan Golf Masuk RadarTembus Pasar Spanyol, Lapas Cirebon Transformasi Warga Binaan Jadi Eksportir dan Penopang Pangan

– ​Intervensi Masif: Pemerintah menyiapkan 1,5 juta ton beras SPHP untuk membanjiri pasar melalui operasi pasar murah.

– ​Faktor Global: Harga beras dunia justru sedang tren menurun. Kenaikan harga di pasar domestik dipastikan sebagai anomali yang sengaja diciptakan oleh tangan-tangan gelap.

​”Dengan kerendahan hati, saya mohon kita jaga kesucian Ramadan ini bersama. Jangan biarkan rakyat kecil menjerit di saat pasokan kita sangat mencukupi. Mari bergandengan tangan, kita jaga Merah Putih,” pungkas Amran.(*)

0 Komentar