“Misi saya bukan sekadar statistik pertumbuhan, tapi membuat rakyat yang paling lemah bisa tersenyum. Memutus lingkaran kemiskinan berarti memberikan gizi dan pendidikan berkualitas bagi anak-anak keluarga termiskin,” tambah Kepala Negara.
Indonesia: ‘The Global Bright Spot’
Mengutip data IMF, Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia sebagai “titik terang global” di tengah mendungnya ekonomi dunia.
Indikator makroekonomi Indonesia menunjukkan performa impresif:
– Inflasi: Stabil di kisaran 2%.Defisit Anggaran: Terjaga di bawah 3% dari PDB.
Baca Juga:Diplomasi 'Kursi Panas' Prabowo di Davos: Kawal Board of Peace Trump demi Kedaulatan PalestinaDiplomasi 'Hasil Nyata' Prabowo di Inggris: Amankan Investasi Rp90 T hingga Bangun 10 Kampus STEM
– Rekor Pembayaran: Nol kasus gagal bayar utang luar negeri sepanjang sejarah republik.
”Indonesia adalah mitra yang kredibel. Kami tangguh karena kebijakan kami terkalibrasi dengan baik dan kami memilih jalan persatuan,” pungkasnya.
Gebrakan di Davos 2026 ini bukan sekadar retorika. Ini adalah pernyataan sikap bahwa Indonesia siap menjadi pemimpin ekonomi baru yang menjunjung tinggi etika, kemanusiaan, dan keadilan hukum.(*)
