Gebrakan Davos: Prabowo 'Jual' Danantara US$ 1 Triliun dan Komitmen Babat Habis Ekonomi Keserakahan

Praowo-Subianto-WEF
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pidato kunci mengenai supremasi hukum dan investasi di World Economic Forum (WEF) Davos 2026. Foto: Setneg RI

​CIREBONINSIDER.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghentak panggung internasional dalam World Economic Forum (WEF) 2026.

Di depan para CEO global dan kepala negara, Prabowo tidak hanya membawa undangan investasi, tetapi juga sebuah peringatan keras: Indonesia kini menutup pintu rapat bagi “ekonomi keserakahan”.

​Danantara: ‘Giant’ Baru Berkekuatan US$ 1 Triliun

​Panggung Davos menjadi saksi lahirnya kekuatan baru ekonomi Asia Tenggara. Prabowo memperkenalkan Danantara Indonesia, sebuah Sovereign Wealth Fund (SWF) dengan ambisi besar mengelola aset hingga US$ 1 triliun (sekitar Rp15.600 triliun).

Baca Juga:Diplomasi 'Kursi Panas' Prabowo di Davos: Kawal Board of Peace Trump demi Kedaulatan PalestinaDiplomasi 'Hasil Nyata' Prabowo di Inggris: Amankan Investasi Rp90 T hingga Bangun 10 Kampus STEM

​“Danantara bukan sekadar lembaga keuangan. Ini adalah fondasi kemitraan Indonesia dengan dunia. Dengan aset US$ 1 triliun, Indonesia berdiri sebagai mitra yang setara, bukan lagi sebagai pemohon bantuan,” tegas Prabowo dalam pidatonya di Davos, Kamis (22/1/2026).

​Instrumen ini diproyeksikan menjadi motor penggerak industrialisasi nasional dan hilirisasi. Namun, Prabowo memberikan catatan tebal: kolaborasi global hanya bisa terjalin jika investor tunduk sepenuhnya pada supremasi hukum.

​Babat Habis ‘Greed Economy’

Di hadapan audiens yang kerap diasosiasikan dengan kapitalisme global, Prabowo justru melontarkan kritik tajam terhadap praktik “Greed Economy” atau ekonomi keserakahan.

Ia secara terbuka mengungkap sisi gelap tata kelola lahan yang dibersihkan di tahun pertama masa jabatannya.

​”Kami telah menyita empat juta hektare lahan perkebunan dan tambang ilegal. Saya katakan secara terang-terangan, ini bukan pasar bebas. Ini adalah ekonomi ketamakan yang merampok hak rakyat,” ujarnya dengan nada lugas.

​Prabowo menekankan bahwa tanpa kepastian hukum yang adil, iklim investasi hanyalah ilusi.

Sejak 2025, pemerintahannya secara agresif melakukan pembersihan birokrasi dan memburu praktik manipulasi yang menghambat efisiensi ekonomi.

Baca Juga:Presiden Prabowo Instruksikan Reorientasi LPDP: Fokus Agresif pada STEM dan Reformasi MedisPrabowo Instruksikan Haji 2026 Zero Maladministrasi, Kemenhaj Gandeng KPK dan Kejaksaan

​Restrukturisasi Fiskal demi ‘Senyum Rakyat’

​Keberhasilan Prabowo menjaga stabilitas nasional tak lepas dari efisiensi anggaran yang revolusioner. Salah satu yang paling disorot adalah keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis.

– ​Capaian Riil: 59,8 juta paket makanan bergizi disalurkan setiap hari.- ​Target Ambisius: Menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada akhir 2026.

– ​Visi Kemanusiaan: Penurunan kemiskinan ekstrem ke angka terendah dalam sejarah RI.

0 Komentar