Jabar Bidik Pasar Jepang: Revolusi 'Care Economy' dan Ambisi Jadi Hub Pengasuh Global

Pemprov-Jabar-BRIN-Standarisasi-Pebgasuh-Lansia
Sinergi Pemprov Jabar dan BRIN di SMK Negeri 1 Mundu Cirebon dalam rangka standarisasi pengasuh lansia untuk pasar kerja Jepang dan domestik. Foto: Humas Pemprov Jabar

CIREBONINSIDER.COM – Jawa Barat tidak lagi hanya mengirim tenaga kerja, tapi tengah membangun ekspor keahlian. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menyulap ribuan tenaga lokal menjadi caregiver (pengasuh) profesional berstandar internasional.

​Langkah berani ini diambil untuk menjawab ledakan populasi lansia di dalam negeri sekaligus mencaplok peluang besar di pasar tenaga kerja Jepang.

​Ledakan Lansia di “Segitiga Reborn”: Mengapa Kita Butuh Caregiver?

​Angka statistik menunjukkan urgensi yang nyata. Hingga awal 2026, persentase lansia di Jawa Barat telah menyentuh 11,25 persen atau sekitar 5,3 juta jiwa.

Baca Juga:Menaker Yassierli ‘Sikat’ Biaya Tinggi Magang Jepang, Ancam Cabut Izin SO NakalAtasi Krisis 'Aging Society' Jepang, Kemnaker Akselerasi Transfer Teknologi Caregiver di BBPVP Bekasi

Kondisi paling mencolok terlihat di wilayah Sumedang, Kuningan, dan Majalengka, di mana populasi lansia menembus angka 17 persen.

​Hana Riana Permatasari, Peneliti Ahli Pertama BP2D Jabar, menyebut kondisi ini sebagai alarm bagi sistem perawatan domestik.

​”Realitasnya, lebih dari 80 persen perawatan lansia kita masih bertumpu pada anggota keluarga yang tidak terlatih. Ini tidak hanya tidak efektif, tapi juga berisiko,” ungkap Hana dalam forum sinergi Jabar-BRIN di SMK Negeri 1 Mundu, Cirebon, Rabu (21/1/2026).

​Transformasi Radikal: Selamat Tinggal ‘House Maid’, Selamat Datang ‘Care Worker’

​Sinergi ini membawa misi besar: Rebranding Pekerja Migran Indonesia (PMI). Targetnya jelas, mengubah citra dan kualifikasi pekerja sektor domestik (house maid) menjadi tenaga ahli bersertifikat (certified care worker).

​Kawasan Metropolitan Rebana (Cirebon, Subang, Majalengka, Indramayu, Sumedang, Kuningan) didapuk sebagai mesin utama.

Saat ini, terdapat 33 SMK di wilayah tersebut yang sudah memiliki jurusan Asisten Keperawatan dan Caregiver sebagai modal awal transmisi tenaga kerja terampil.

​Strategi 3 Pilar: Regulasi, Sertifikasi, dan Integrasi

​Untuk mengunci posisi Jabar sebagai Center of Excellence ekonomi perawatan global, tiga langkah taktis mulai dijalankan:

Baca Juga:Akses Modal PMI Kini Satu Pintu: Dana KUR Rp331 Miliar Siap Cair Maret 2026 via P2MIPahlawan Kemanusiaan! Sugianto, PMI Asal Indramayu Raih Medali Kehormatan dari Presiden Korea Selatan

1. ​Payung Hukum Progresif: Penyusunan Perda atau Pergub yang mematenkan standar kompetensi sekaligus perlindungan bagi pengasuh.

2. ​Sertifikasi BNSP di Jalur Pantura: Memperluas Tempat Uji Kompetensi (TUK) di wilayah utara untuk mempercepat validasi keahlian pekerja.

3. ​Jalur Cepat (Fast Track): Mengintegrasikan kurikulum SMK dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) agar lulusan bisa langsung diserap pasar global.

0 Komentar