CIREBONINSIDER.COM – Industri kopi di Kota Cirebon sedang bertransformasi. Tak lagi sekadar adu racik biji di balik bar. Para pegiat kopi kini dipersenjatai dengan ketahanan finansial untuk menembus skala industri.
Melalui kolaborasi bertajuk “Satu Visi Mall UKM Coffee Fest 2026”, tiga pilar otoritas—OJK, Bank Indonesia, dan Pemkot Cirebon—resmi meluncurkan strategi “keroyokan” untuk memaksa UMKM lokal naik kelas secara masif.
Langkah agresif ini diambil bukan tanpa alasan. Di balik aroma kopi yang wangi, tersimpan tantangan laten: sulitnya akses modal formal dan ancaman predator keuangan ilegal yang mengintai para pelaku usaha kecil.
Baca Juga:Strategi Ekonomi Cirebon: 22 Koperasi Merah Putih Jadi Platform Utama UMKM, Akselerasi Inpres 17/2025Cirebon Siapkan 100 UMKM Naik Kelas Global: Wawali Desak Kuasai Transaksi Nontunai dan Medsos
Literasi Jadi Tameng, Data Jadi Kompas
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa literasi keuangan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi hidup-matinya sebuah usaha.
Dalam talkshow interaktif di Mall UMKM Cirebon, ia memaparkan visi OJK sebagai pendamping setia UMKM di tengah “rimba” keuangan yang sering kali membingungkan.
”Kami ingin memastikan pelaku UMKM kopi tidak berjalan sendirian. Targetnya jelas: ekosistem yang sehat, akses modal yang mudah, dan perlindungan konsumen yang ketat agar mereka tidak terjebak jeratan pinjol atau investasi bodong,” tegas Agus Muntholib.
Tak hanya soal proteksi, ekspansi bisnis UMKM kini diarahkan berbasis data. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengungkapkan bahwa BI telah menyiapkan riset Komoditi/Produk/Jenis Usaha (KPJU) unggulan.
Riset ini berfungsi sebagai kompas strategis agar UMKM tidak “buta” saat memetakan potensi pasar dan mengembangkan produk turunan kopi.
Mengakhiri Kerja Silo dengan Sinergi Nyata
Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menyebut kolaborasi ini sebagai akhir dari era bekerja sendiri-sendiri (silo). Baginya, Coffee Fest 2026 adalah momentum untuk menyatukan visi birokrasi dan perbankan demi satu tujuan: kedaulatan ekonomi lokal.
”UMKM Cirebon punya potensi besar untuk menembus pasar nasional. Namun, itu hanya bisa tercapai jika mereka memiliki kapasitas yang kuat. Dengan dukungan penuh BI dan OJK, kita sedang membangun jembatan agar skala rumahan bisa bermetamorfosis menjadi industri profesional,” jelas Iing.
